Pilkada Serentak, Partisipasi Masyarakat Rendah
Jumat, 13 November 2015 | 11:32 WIB
Ambon - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku mengkhawatirkan partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) serentak yang berlangsung di empat kabupaten pada 9 Desember 2015 akan berkurang atau rendah.
Ketua KPU Provinsi Maluku, Musa Toekan, mengatakan kekhawatiran itu didasarkan pada angka partisipasi pilkada beberapa tahun terakhir, juga perubahan sistem dan jangka waktu kampanye dalam penyelenggaraan pilkada serentak.
Menurut dia, dalam pelaksanaan Pilkada Maluku di seluruh kabupaten/kota selama ini, tingkat partisipasi pemilih mencapai 70 persen dari jumlah pemilih yang terdaftar. Namun saat penyelenggaraan Pilkada Kota Ambon 2011, angka partisipasi pemilih hanya 50 persen.
Hal itu dikhawatirkan akan berimbas pada pilkada serentak di empat kabupaten pada 9 Desember mendatang. Pasalnya, masa kampanye untuk pilkada serentak hanya satu bulan, lebih singkat dibandingkan kampanye pilkada sebelumnya yang berlangsung selama tiga bulan.
Selain itu, pelaksanaan kampanye oleh para kandidat pilkada serentak juga tidak semeriah pilkada sebelumnya karena minimnya alat peraga kampanye (APK) dan keterbatasan anggaran yang difasilitasi oleh KPU.
Meski demikian, Musa menegaskan, KPU Maluku akan berupaya maksimal memfasilitasi kampanye pasangan calon di empat kabupaten baik melalui sosialisasi di media massa cetak dan elektronik, maupun secara langsung.
Melalui sosialisasi di media cetak dan elektronik, KPU Provinsi Maluku berharap dapat membantu masyarakat pemilih untuk mengetahui pelaksanaan pilkada dan siapa calon yang akan diusung. KPU Kabupaten juga akan turun dan melakukan sosialisasi dengan pemilih dan stakeholder terkait.
"Dengan upaya ini, kami berharap partisipasi masyarakat bisa meningkat dalam pilkada serentak di empat kabupaten pada 9 Desember mendatang," kata Musa, di Ambon, Kamis (12/11).
Dia menambahkan, peran aktif kandidat yang akan bertarung di pilkada serentak juga akan mendorong peningkatan angka partisipasi pemilih. Para kandidat diharapkan bisa kreatif dan meyakinkan dalam menyampaikan visi-misi dan program andalan agar menarik minat pemilih.
"Apakah mereka memiliki nilai jual atau tidak di masyarakat untuk bisa menarik simpati pemilih semuanya butuh kreatifitas dan kemampuan para kandidat untuk meyakinkan para pemilih," ujar Musa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




