Teror di Paris, Hollande Gelar Rapat Mendadak
Sabtu, 14 November 2015 | 16:07 WIB
Paris - Presiden Francois Hollande menggelar rapat mendadak dengan para menteri dan panglima tentara Prancis untuk membahas langkah-langkah pengamanan pasca-serangan bersenjata dan teror bom, pada Sabtu (14/11) WIB. Sedikitnya 153 orang tewas akibat serangan teroris di Paris.
Saat ini sedikitnya 1.500 aparat keamanan telah dikerahkan untuk menjaga keamanan Paris dan sekitarnya. Mereka menjaga gedung parlemen, tempat ibadah, dan lokasi-lokasi wisata. Akibat penerapan kondisi darurat keamanan, sekolah dan universitas di Paris, juga ditutup untuk sementara waktu.
Pemerintah Prancis juga telah menutup wilayah perbatasan. Petugas perbatasan dan aparat bea cukai melakukan pemeriksaan terhadap setiap orang, barang bawaan, dan kendaraan yang masuk dan meninggalkan Prancis.
"Pemeriksaan di wilayah perbatasan dilakukan terhadap setiap orang yang bepergian melewati jalur darat, kereta api, laut, dan pesawat," kata petugas bea cukai, Melanie Lacuire.
Otoritas Prancis juga telah meminta masyarakat untuk tetap tinggal di rumah untuk sementara waktu, karena hingga saat ini belum ada kepastian apakah para teroris yang menyerang dengan menggunakan senjata dan bom, seluruhnya telah tewas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




