Lulusan Perguruan Tinggi Harus Siap berkompetisi di Era MEA
Minggu, 15 November 2015 | 20:11 WIB
Jakarta – Lulusan perguruan tinggi (PT) menjelang akhir 2015 menghadapi masa relatif paling berat apabila tidak mempunyai keterampilan dan kompetensi dalam menghadapi dunia kerja. Hal ini mengingat Indonesia akan memasuki era pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dimana lulusan perguruan tinggi di Indonesia bakal bersaing dengan sumber daya manusia (SDM) dari semua negara di tingkat Asean.
Untuk itu, Sekolah Tinggi Ekonomi Indonesia (STEI) Jakarta terus berupaya meningkatkan kualitas lulusannya. Berbagai cara dilakukan STEI diantaranya dengan peningkatan kemampuan bahasa Inggris bagi setiap mahasiswa yang akan lulus.
Ketua STEI, Drs Ridwan Maronrong Msc, mengatakan, pihaknya berupaya meningkatkan dan menambah kompentensi mahasiswa agar mampu bersaing baik di tingkat nasional maupun global.
Sejalan dengan hal tersebut, maka dimulai dari mahasiswa angkatan 2012/2013 lalu, STEI mewajibkan mahasiswa yang akan mengajukan tugas akhir (skripsi) untuk mengusai bahasa Inggris dengan standard TOEFL minimal 450.
"Para mahasiswa program S-1 akan belajar bahasa inggris selama 8 semester serta 6 semester untuk mahasiswa D-3. Semuanya mengacu kepada program Bahasa Inggris TOEFL preperation," kata Ridwan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (15/11).
Disamping itu mahasiswa diwajibkan juga memiliki beberapa kompetensi tambahan antara lain di bidang perpajakan melalui sertifikasi brefet A dan B, kopentensi ekspor impor, pasar modal, dan kompentisi di bidang akuntansi lainnya.
"Selain itu, mulai tahun akademik 2014/2015 seluruh mahasiswa baru diberi bekal metode belajar yang efektif yaitu bagaimana mengoptimalkan penggunaan otak kiri dan otak kanan dalam belajar melalui program super great memory," ujarnya.
STEI, kata Ridwan, juga terus melakukan berbagai peningkatan kualitas kompetensi mahasiswanya. Saat memasuki tingkat akhir lapangan kerja, para mahasiswa mengikuti berbagai program kegiatan bursa kerja antara lain pelatihan teknik wawancara dan peningkatan kepribadian, kegiatan konseling karir, Pelatihan soft skill, dan rekrutment kampus melalui bursa kerja mading dan online.
Dalam acara wisuda lulusan ke 43 yang berlangsung di JHCC, Minggu (15/11) ikut dihadiri Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, yang membawakan orasi ilmiah.
STEI yang dulu bernama Akademi Akutansi Indonesia (AAI) berdiri pada 1969. Tercatat saat ini jumlah alumni AAI dan STEI telah mencapai jumlah lebih kurang 25.508 orang yang telah tersebar di berbagai tempat dan bidang pekerjaan serta tersebar diberbagai pelosak tanah air dan bahkan di luar negeri. Minat para pelajar maupun mahasiswa untuk belajar di STEI setiap tahunnya terus bertambah.
Pada penerimaan mahasiswa baru program D3, S1 dan S2 tahun akademik 2015/2016 jumlahnya mencapai 1.294 orang. Sehingga jumlah mahasiswa yang tercatat di STEI mencapai 6.045 orang.
Dari jumlah mahasiswa yang aktif kuliah sebanyak 3.378 atau 61,1 persen adalah mahasiswa program studi S1 akuntansi, 1.737 atau 31,4 persen adalah mahasiswa Program studi S1 Manajemen dan sebanyak 298 atau 5.4 persen adalah mahasiswa program Diploma tiga, sedangkan sisanya sebanyak 114 mahasiswa atau 2,1 persen adalah mahasiswa S2 program Pasca Sarjana.
Sejalan dengan perkembangan kebutuhan dan permintaan pasar, pada September 2014 yang lalu, STEI telah membuka dan menyelenggarakan program S2 Magister Manajemen Angkatan Pertama, setelah memperoleh izin dari Dirjen Pendidikan Tinggi, Kementrian Pendidikan, sedangkan Program S-1 Manajemen perbankan Syariah dan Program PPAK masih dalam proses perizinan.
Untuk mendukung pengembangan program studi yang ada dan peningkatan kualitas pembelajaran serta untuk memenuhi ketentuan pemerintah, maka mulai semester ganjil tahun 2014/ 2015 yang lalu, seluruh dosen STEI harus memenuhi kualifikasi pendidikan minimal S-2, sebagaimana visi jangka panjang yang telah ditetapkan pada tahun 2030 yaitu minimal 40 persen dosen yang ada disetiap program studi harus memenuhi kualifikasi pendidikan Doktor atau S-3.
Untuk mencapai sasaran tersebut, sampai dengan tahun 2014/2015 ini, dosen yang mengikuti program S3, berjumlah17 orang. Dari jumlah tersebut 10 orang dosen menekuni bidang akuntansi dan tujuh orang mengambil bidang Managemen. Program ini akan terus ditingkatkan secara bertahap sehingga target 40-50 persen Dosen STEI telah berpendidikan Doktor /S-3 dapat dicapai sebelum tahun tahun 2030.
Sementara Ketua Yayasan Fatahillah Jakarta Agustian Burdah BSBA, MBA mengatakan STEI siap untuk menyongsong MEA. "Perjalanan STEI kedepan masih panjang, dan penuh tantangan. Lulusan STEI akan menuntut persaingan yang semakin tinggi, apalagi dengan diberlakukannya masyarakat ekonomi Asean pada tahun 2015 dan para alumni juga dituntut untuk turut berperan dalam membawa nama baik dan meningkatkan citra almamater di masyarakat," katanya.
Agustian berharap, para mahasiswa yang lulus untuk bersiap-siap menghadapi dunia sesungguhnya yaitu dunia pekerjaan terutama persaingan yang keras dengan adanya MEA.
"Mahasiswa tidak bisa hanya mengandalkan ijazah saja tetapi kreativitas dan inovasi serta penguasaan informasi dan kemampuan berorganisasi harus terus ditingkatkan. Mahasiswa juga dituntut mempunyai kepribadian dan etika berkomunikasi yang baik, dan attitude merupakan salah satu pintu sukses masuk ke dunia kerja," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




