Usai Katulampa Siaga 1, 24 RW di Jakarta Terkena Banjir

Senin, 16 November 2015 | 14:00 WIB
LT
JS
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: JAS
Ilustrasi banjir
Ilustrasi banjir (Antara)

Jakarta - Pascakondisi Bendungan Katulampa, Bogor yang mencapai siaga 1 (melebihi 210 sentimeter) pada Minggu (15/11) malam, telah menyebabkan sebanyak 24 RW di Jakarta Selatan dan Timur mengalami banjir. Air kiriman dari Bogor telah menggenangi permukiman penduduk dengan ketinggian 20-100 sentimeter (cm) pada hari ini, Senin (16/11).

Ternyata kiriman air dari Bendungan Katulampa menyebabkan Kali Ciliwung tak lagi mampu menampung air, sehingga air melimpas ke permukiman warga sejak pukul 02.00 dini hari tadi.

Banjir melanda di sejumlah kawasan pemukiman di Jakarta Selatan, yakni di RW 01, 03, 06, dan RW 07, Rawa Jati, Pancoran tergenang dengan ketinggian antara 50- 100 sentimeter. Di Kecamatan Tebet, genangan terjadi di RW 10, Kebon Baru, RW 10, 11 dan RW 12 Bukit Duri, dengan ketinggian bervariasi antara 20-100 cm. Kemudian, sebagian wilayah di RW 06 dan RW 08 Pejaten Timur, Pasar Minggu tergenang dengan ketinggian 50 cm.

Sementara itu, di kawasan Jakarta Timur, genangan air melanda Kecamatan Kramat Jati, tepatnya di RW 06 dan RW 07 Kelurahan Cililitan, serta RW 03 Kelurahan Cawang, dengan ketinggian 50-300 cm. Di Kecamatan Pasar Rebo, Kelurahan Gedong, ketinggian air berkisar antara 50-80 cm di RW 03 dan RW 11.

Lalu, air juga menggenangi RW 07 dan RW 11, Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, tergenang dengan ketinggian antara 20-80 cm. Untuk di Kelurahan Kampung Melayu, genangan terjadi di RW 01, 02, 03, 04, 05, 07, dan RW 08. Ketinggian air di wilayah Kampung Melayu bervariasi antara 30-100 cm.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Deny Wahyu Heriyanto mengatakan dengan adanya early warning system (EWS) atau sistem peringatan dini, pihaknya sudah mengetahui kedatangan air. Sehingga dapat mengantisipasi kedatangan air sejak Minggu (15/11) malam.

"Kami langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Tata Air, kecamatan dan kelurahan serta pengurus RT/RW yang lokasinya terkena genangan air. Supaya mereka siaga menghadapi kedatangan air," kata Deny di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (16/11).

Dari laporan lapangan, banjir di 24 RW sudah mulai surut. Hingga pukul 09.30 WIB tadi pagi, di kawasan Kampung Melayu, ketinggian air paling tinggi sudah mencapai 80 cm dari sebelumnya 100 cm.

"Mudah-mudahan di hulu tidak terjadi hujan lagi sehingga air tidak kembali naik," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon