Kurangi Stres Supaya Kulit Anda Indah

Jumat, 17 Februari 2012 | 19:07 WIB
SU
B
Penulis: Sheknows/ Dewi Ria Utari | Editor: B1
Stres penyebab berbagai masalah
Stres penyebab berbagai masalah (llnessandstress)
Stres meningkatkan produksi hormon kortisol yang menyebabkan peradangan pada kulit.

Ahli dermatologi dari Amerika Serikat, Dr Art Papier, pendiri dan salah satu ilmuwan di Logical Images in Rochester, New York, tidak terkejut ketika masa resesi kali ini yang menimpa AS, menambah jumlah pasien yang datang. Keluhannya dari banyaknya kerut, jerawat, hingga problem kulit lainnya.

Menurut Dr Papier, pendiri situs kesehatan www.visualdxhealth.com, ada korelasi langsung antara stres dan kerusakan kulit. “Bukti klinis memperlihatkan hal ini berkaitan dengan hormon. Karena stres, level kortisol yang menjadi faktor utama stres, menjadi bertambah. Hormon ini mengurangi kandungan kolagen dalam kulit menyebabkan peradangan. Hasilnya kulit berjerawat, psoriasis, dan rosacea (kulit kemerahan karena pembuluh darah di wajah melebar). Begitu pula garis halus dan keriput,” ujarnya.

Stres tak hanya menyebabkan penyakit kulit yang berhubungan dengan kecantikan. Tapi juga penyakit infeksi kulit seperti herpes dan ruam-ruam. Tak heran jika orang yang stres biasanya mudah gatal-gatal. Namun ingat, menggaruknya bisa menyebabkan kulit makin rusak.

“Hubungan antara sensasi rasa gatal dan mekanisme reflek menggaruk itu seperti sebuah stimulus. Sama halnya dengan menyebut kata kutu, sudah mendorong orang untuk merasa gatal dan menyebabkan ia menggaruk kulitnya,” ujar Dr Papier.

Meski demikian, mekanisme bagaimana stres bisa menyebabkan gatal belum sepenuhnya jelas. Tentu saja ada faktor genetis yang berkaitan dengan faktor hormonal seperti kondisi seperti jerawat, namun di antara semua itu faktor yang paling kuat adalah stres.

“Stres mendorong unsur kimiawi natural di kulit dan pembuluh darah di kulit yang bisa menyebabkan naiknya aliran daran dan ini menyebabkan kondisi kemerahan pada kulit. Stres juga mempengaruhi sistem kekebalan yang bisa menyebabkan orang mudah terinfeksi,” ujar Dr. Papier.

Karena itu jika ingin mempercantik kondisi kulit Anda, coba untuk mengendalikan stres. Dengan mengelola kondisi psikologis Anda untuk lebih tenang, kulit Anda akan memperlihatkan hasil usaha pengelolaan jiwa Anda itu. Makanya jiwa yang tenang akan terpancar dalam raut wajah Anda.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon