Maling Kuburan di Tiongkok Peras Keluarga Korban

Senin, 16 November 2015 | 17:28 WIB
IS
B
Penulis: Iwan Subarkah | Editor: B1
Ilustrasi makam China purba
Ilustrasi makam China purba (AFP)

Beijing – Sekelompok maling di kota Xinyang, provinsi Henan, Tiongkok menggali kuburan, mengambil guci berisi abu jenasah, lalu menggunakannya untuk memeras keluarga korban agar memberi uang bila abu tersebut mau dikembalikan.

Kantor berita Xinhua melaporkan, Senin (16/11), praktik menjijikan itu terbongkar setelah seorang perempuan bernama Liu melaporkan, makam mendiang suaminya sudah menganga dan abunya hilang.

Di batu nisannya, ia melihat sebuah nomor telepon. Saat dihubungi, seseorang menjawab dan memberi tahu Liu, dia harus membayar 20.000 yuan atau setara Rp 43,43 juta kalau abu jenasah suaminya ingin kembali.

Liu memenuhi tuntutan tersebut. Tapi, para pencuri makam itu malah meminta uang lagi. Xinhua melaporkan, setidaknya satu makam lagi di kota Xinyang yang mengalami hal serupa.

Seorang staf pemakaman mengatakan, pencurian abu jenasah itu kemungkinan dilakukan kelompok berpengalaman, profesional, dan rapih cara kerjanya.

Di Tiongkok, penghormatan terhadap para lelulur adalah bagian sentral dari budaya. Pada saat pemerintah mendorong kremasi terhadap jenasah, kebanyakan orang memilih untuk menyimpan abu keluarga atau kerabatnya, bukan menaburkannya di suatu tempat.

Kepolisian setempat tengah menyelidiki praktik pemerasan dengan menggunakan abu jenasah ini. Kepolisian mencurigai ada satu kelompok yang beraksi di seluruh negeri.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon