Organda DKI Apresiasi Razia Taksi Uber
Selasa, 17 November 2015 | 17:09 WIB
Jakarta – Ketua Organda DKI Jakarta, Safruhan memberikan apresiasi terhadap tindakan yang dilakukan Satuan Petugas Tata Tertib Lalu Lintas DKI Jakarta yang mengandangkan 12 Taksi Uber. Kendati demikian, pihaknya berharap pemerintah pusat dapat menutup layanan aplikasi taksi berbasis internet.
"Keberadaan mereka itu melanggar aturan. Seharusnya Kementarian Komunikasi dan Informasi menertibkan taksi-taksi itu. Sebelum terjadi benturan di lapangan, lebih baik pemerintah pusat bertindak tegas," tegas Safruhan.
Satgas gabungan yang terdiri dari unsur Dishubtrans, Kepolisian, TNI dan Satpol PP, merazia kawasan yang selama ini menjadi lokasi rawan operasi mobil pribadi yang digunakan sebagai layanan taksi berbasis aplikasi. Hasilnya, ada 12 taksi berbasis aplikasi yang ditertibkan.
Dengan rincian, sebanyak 5 mobil diamankan di kawasan Hotel Borobudur dan sekitar, 3 di kawasan Wisma Antara Jakarta Pusat. Sedangkan 4 lain, dua diantara diamankan di La Piazza Kelapa Gading, Jakarta Utara dan 2 sisanya di sekitar Rumah Sakit MMC, Kuningan Jakarta Selatan.
Mobil-mobil pribadi ini langsung digiring ke gudang Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) di Pulogebang, Jakarta Timur.
Kepala Bidang Pengedalian Operasional (Kabid Dalops) Dishubtrans DKI Jakarta, Maruli Sijabat mengatakan penertiban mobil pribadi yang dioperasikan sebagai taksi berbasis aplikasi telah menyalahi aturan.
Karena untuk angkutan umum harus berplat kuning bukan hitam. Maka, bersama Kepolisian, TNI dan Satpol PP, Dishubtrans DKI melakukan penertiban di sejumlah lokasi.
"Hari ini, kita razia sejumlah lokasi sejak pagi sampai siang tadi. Hasilnya, sebanyak 12 unit taksi online kita tertibkan. Mobil pribadi ini kita titipkan di Gudang Dishubtrans di Pulogebang, Jakarta Timur," kata Maruli, Selasa (17/11).
Penertiban mobil pribadi yang dijadikan taksi berbasis aplikasi ini akan dilakukan terus menerus oleh Satgas Tatib Lalu Lintas DKI Jakarta. Sayangnya, Maruli enggan menyebutkan perusahaan aplikasi yang armadanya terjaring penertiban hari ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




