Indeks Bursa Saham AS Ditutup Bervariasi

Rabu, 18 November 2015 | 06:19 WIB
PN
B
Penulis: Paulus Nitbani | Editor: B1
Pedagang di lantai bursa saham, Wall Street, New York, Amerika Serikat
Pedagang di lantai bursa saham, Wall Street, New York, Amerika Serikat (AFP)

New York- Indeks bursa saham Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan, Selasa (17/11) waktu setempat atau Rabu dini hari WIB ditutup bervariasi. Hal ini terjadi menyusul adanya laporan pendapatan sejumlah perusahaan yang mampu menutup tekanan yang terjadi akibat turunnya harga minyak dan perhatian investor terhadap situasi geopolitik yang terjadi akhir-akhir ini.

Dalam perdagangan Selasa waktu setempat atau Rabu dini hari WIB, indeks Dow Jones Average Industrial (DJIA) ditutup di kisaran 17.489,50, menguat 6,49 poin atau naik 0,04 persen. Demikian pula dengan indeks Nasdaq yang mampu bertahan di teritori positif. Indeks saham-saham berbasis teknologi ini menguat 1,40 poin atau bertambah 0,03 persen ke level 4.986,02.

Sayangnya, indeks S&P 500 tak mampu bertahan di zona hijau dan terpental ke teritori negatif di akhir sesi perdagangan. Indeks S&P 500 melemah 2,75 poin atau berkurang 0,13 persen ke level 2.050,44. Pelemahan indeks S&P 500 ini dipicu oleh turunnya sektor energi dan sektor kebutuhan rumah tangga.

Harga minyak mentah AS ditutup turun US$ 1,07 atau melemah 2,56 persen ke level US$ 40,67 per barel sedangkan minyak mentah brent berada di level US$ 43,60 per barel.

Pada sesi perdagangan sore, dua stadion di Jerman dievakuasi menyusul informasi adanya ancaman. Di sebuah tempat, penonton konser yang telah menunggu penampilan band Soehne Mannheims terpaksa harus dievakuasi. Sedangkan, di tempat lainnya pertandingan sepakbola antara Jerman dan Belanda terpaksa dibatalkan menyusul adanya ancaman serius serangan di stadion tersebut. Namun, belakangan, seorang pejabat Jerman mengatakan, tidak ada bahan peledak yang ditemukan dan tidak ada penangkapan yang dilakukan oleh aparat keamanan setempat.

"Insiden ini memberikan kontribusi terhadap penurunan beberapa saham. Saya kira kita telah dekat dengan overbough. Pasar juga melihat ke depannya seperti apa," ujar ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon