DPD Apresiasi Program Pariwisata Rizal Ramli

Rabu, 18 November 2015 | 10:20 WIB
HS
AB
Penulis: Hotman Siregar | Editor: AB
Pantai Pink atau yang dikenal dengan Pink Beach di Pulau Komodo, NTT.
Pantai Pink atau yang dikenal dengan Pink Beach di Pulau Komodo, NTT. (PR)

Jakarta - Rencana Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman, Rizal Ramli mengembangkan 10 kawasan potensial pariwisata ditunggu banyak pihak. Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mengapresiasi program yang dinilai sebagai keberpihakan Menko Rizal Ramli terhadap potensi pariwisata di seluruh Indonesia.

"Rencana menko kemaritiman mengembangkan potensi wisata di seluruh Indonesia, dengan proyek percontohan tahap pertama, yakni 10 daerah wisata di luar Bali, sangat diapresiasi dan ditunggu-tunggu. Indonesia adalah negara yang kaya akan potensi wisata, tetapi sayang belum banyak yang peduli dan memberi perhatian untuk mengembangkan potensi tersebut," kata anggota DPD, Adrianus Garu di Jakarta, Selasa (17/11).

Sebanyak 10 lokasi wisata yang dikembangkan adalah Danau Toba (Sumatera Utara), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Bromo (Jawa Timur), Labuan Bajo (NTT), Mandalika (NTB), Morotai (Maluku), Yogyakarta, Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Belitung (Bangka Belitung), dan Tanjung Lesung (Banten).

Adrianus mengatakan, saat ini ketika dunia berbicara tentang wisata Indonesia, yang dikenal hanya Bali. Padahal masih banyak daerah pariwisata yang sangat indah di Indonesia dan bahkan keelokannya melebihi Bali.

"Di Labuan Bajo, Flores, NTT misalnya, selain komodo, potensi wisata alam dan pantainya luar biasa indah. Bahkan di Labuan Bajo ada pantai yang berwarna merah jambu atau pink beach, yang kalau dihitung di dunia ini hanya ada tujuh tempat saja," kata senator asal NTT itu.

Karena itu, kata Adrianus, DPD sangat mendukung berbagai gagasan dan rencana menko kemaritiman untuk membangun potensi daerah, terutama di bidang pariwisata. Hingga kini, Menko Kemaritiman Rizal Ramli terus mempercepat pengembangan pariwisata di Indonesia, terutama di 10 wilayah yang diprioritaskan.

Sementara itu, untuk Danau Toba, menurut humas Kementerian Koordinator Kemaritiman, Shahandra Hanitio, pihaknya sudah bekerja sama dengan instansi terkait untuk membuat Badan Otoritas Danau Toba agar pengelolaannya terpadu.

"Saat ini saja sudah ada investor yang berminat untuk pembangunan hotel taraf internasional di sekitar wilayah Danau Toba. Nilai investasinya cukup besar. Kami juga menargetkan 47 negara bisa masuk Indonesia tanpa visa, sehingga butuh pengelolaan yang terintegrasi," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga sudah berkordinasi dengan Rizal Ramli terkait pengembangan pariwisata di Kepulauan Seribu.

Dalam waktu dekat, Rizal Ramli bersama Ahok dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani akan melakukan kunjungan bersama ke Kepulauan Seribu untuk mengecek lokasi wisata dan membuat gerakan bersih dan senyum.

Dikatakan, pengembangan pariwisata akan mendorong penciptaan lapangan kerja di bidang itu, dari 3 juta orang menjadi 7 juta orang dalam lima tahun. Menurut Rizal, sektor pariwisata paling mudah, murah, dan cepat dalam penciptaan tenaga kerja.

"Hanya butuh US$ 3.000 per pekerjaan. Kalau sektor lain itu bisa US$ 50.000 hingga US$ 100.000 dolar per job," katanya.

Pengembangan sektor pariwisata, lanjut Rizal, juga efektif untuk meningkatkan devisa yang ditargetkan mencapai US$ 20 miliar per tahun dalam lima tahun ke depan.

Oleh karena itu, lanjut Rizal, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi mulai dari menambah negara penerima fasilitas bebas visa untuk masuk ke Indonesia serta mengembangkan 222 kawasan pengembangan pariwisata nasional (KPPN).

"Tapi kami sudah putuskan akan fokus dulu di 10 lokasi wisata yang paling potensial untuk meningkatkan jumlah turis," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon