Pansus Dalami Dugaan Ketakberesan di Tiga Proyek Pelindo II
Rabu, 18 November 2015 | 17:40 WIB
Jakarta - Pansus Pelindo II DPR terus mengulik lembaga terkait pihak asing yang selama ini terlibat dengan beberapa proyek besar di PT Pelindo II. Hari ini, Pansus Pelindo mendengarkan keterangan dari tiga konsultan keuangan Deutsch Bank, FRI, dan Bahana Sekuritas.
Menurut Ketua Pansus Pelindo II, Rieke Diah Pitaloka, ketiga lembaga tersebut menjadi salah satu kunci berbagai indikasi penyelewengan yang terjadi dalam beberapa proyek di PT. Pelindo II. Proyek-proyek tersebut seperti perpanjangan kontrak Terminal Peti Kemas Jakarta (JICT), Global Bond, dan Proyek New Priok (Kalibaru).
"Mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar pimpinan dan anggota pansus selalu kuorum," kata Rieke, di Jakarta, Rabu (17/11).
Sementara itu, Wakil Ketua Pansus Pelindo II, Aziz Syamsuddin menyatakan bahwa Pansus Pelindo II juga telah meminta data dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Direktorat Jenderal Pajak untuk mendalami dugaan penyelewengan yang terjadi di Pelindo II. Menurutnya, hasil audit investigasi BPK menjadi dasar Pansus untuk mendalami berbagai dugaan penyelewengan di Pelindo II.
Dia menjelaskan, salah satu yang ingin diungkap Pansus dari data BPK itu terkait perpanjangan konsensi JICT dengan perusahaan Hongkong Hutchinson Port Holding (HPH).
"Data dari BPK dan Dirjen Pajak hanya sebagai 'gong' karena kami telah memiliki bukti premier," kata Aziz.
Aziz menegaskan, Pansus Pelindo II telah memiliki data utama yang menyebutkan adanya dugaan penyelewengan di PT. Pelindo II. Namun dia enggan merinci data premier tersebut dan meminta masyarakat bersabar dan terus memantau perkembangan kasusnya dalam rapat-rapat Pansus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




