Ratusan TPS di 9 Provinsi Rawan Persoalan Akurasi Data dan Logistik
Rabu, 18 November 2015 | 19:45 WIB
Jakarta - Menjelang penyelenggaraan Pilkada Serentak 2015, pihak Bawaslu masih menemukan ratusan TPS di 9 Provinsi rawan persoalan akurasi data dan ketersediaan logistik. Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi wilayah yang paling banyak TPS mengalami rawan persoalan akurasi data pemilih dan ketersediaan logistik.
"Jumlah TPS di Kaltara yang berpotensi rawan persoalan akurasi data pemilih sebanyak 494 TPS dan yang rawan persoalan ketersediaan logistik pilkada sebanyak 440 TPS," ujar anggota Bawaslu, Daniel Zuchron di Ruang Media Center Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (18/11).
Sementara itu, lanjut dia, TPS di provinsi lain yang rawan persoalan akurasi data pemilih, yakni 478 TPS di Sulawesi Utara (Sulut), 477 TPS di Kepulauan Riau (Kepri), 258 TPS di Bengkulu, 170 TPS di Kalimantan Selatan (Kalsel), 100 TPS di Sumatera Barat (Sumbar), 80 TPS di Kalteng, 67 TPS di Jambi dan 47 Sulawesi Tengah (Sulteng).
"Setelah Kaltara, TPS di provinsi lain yang rawan persoalan ketersediaan logistik adalah Sumbar sebanyak 437 TPS, Kalsel sebayak 402 TPS, Kepri sebanyak 370 TPS, Sulteng sebanyak 308 TPS, Bengkulu sebanyak 225 TPS, Sulut sebanyak 184 TPS, Jambi sebanyak 55 TPS dan Kalteng sebanyak 52 TPS," ungkap Daniel.
Sebagaimana diketahui, jumlah TPS di Sumbar sebanyak 11.121 TPS, Kepri sebanyak 7282 TPS, Jambi sebanyak 7067 TPS, Bengkulu sebanyak 3496 TPS, Kaltara sebanyak 1302 TPS, Kalsel sebanyak 8709 TPS, Kalteng sebanyak 5755, Sulteng 5762 dan Sulut sebanyak 4450 TPS.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




