Minta Ganti Rugi 100%, Basuki Nilai Warga Bidara Cina Tak Adil

Jumat, 20 November 2015 | 14:56 WIB
LT
FH
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: FER
Warga dibantu petugas Satpol PP memindahkan barang-barang rumah tangga di warga RT 06 RW 05 Bidaracina, Jakarta Timur, Sabtu (10/10).
Warga dibantu petugas Satpol PP memindahkan barang-barang rumah tangga di warga RT 06 RW 05 Bidaracina, Jakarta Timur, Sabtu (10/10). (Suara Pembaruan/SP/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Mendengar warga Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur yang terkena proyek Sudetan Kali Ciliwung-Kanal Banjir Timur (KBT) ingin minta ganti rugi 100 persen, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menyatakan warga Bidara Cina telah bersikap tidak adil. Padahal tanah itu milik orang lain, bukan milik mereka.

"Ya kamu hitung saja, nggak adil ini," kata Basuki di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (20/11).

Basuki mengungkapkan, Pemprov DKI telah menghubungi pemilik tanah yang sekarang sedang diduduki warga Bidara Cina. Pemilik tanah bernama Hengky tersebut diminta untuk memberikan 25 persen dari hasil penjualan tanah kepada warga yang menduduki lahannya.

Hengky sendiri, lanjut Basuki, telah menyatakan bersedia untuk memberikan 25 persen dari total hasil penjualan tanahnya yang dibeli oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Bidara Cina itu kan kita sudah minta bantu yang punya tahan, namanya Hengky. Kamu sudah lah kasih saja 25 persen dari tanah yang kami bayar ke anda. Dan yang bersangkutan sudah mau, sudah baik. Kamu mau nggak tanah kamu diduduki saya, pas kamu jual tanah, kamu kasih saya 25 persen, kamu mau nggak? Belum tentu mau," ujarnya.

Yang bikin Basuki kesal, kebaikan pemilik tanah dibalas dengan sikap tidak adil warga Bidara Cina. Justru mereka tidak mau menerima 25 persen, melainkan meminta 100 persen dari hasil penjualan tanah tersebut.

"Tanah kamu diduduki, saya dudukin nih, eh pas kamu jual, saya minta 100 persen. Terus kamu bilang sudah deh saya kasih 25 persen saja. Kamu sudah baik banget. Harusnya tuh nol. Karena dia baik hati, ya kita nggak mau ikut campur tangah. Tapi orang yang menduduki ini ngotot minta 100 persen. Ya nggak adil dong," terangnya.

Untuk lahan Pemprov DKI yang juga diduduki warga, mantan Bupati Belitung Timur ini menyatakan tetap akan memaksa warga Bidara Cina untuk pindah. Basuki menegaskan tidak akan memberikan kompensasi apa pun, seperti uang kerohiman kepada warga tersebut.

Tetapi, Pemprov DKI akan memberikan rusun kepada warga Bidara Cina yang mau pindah. Rusun yang disediakan di Rusunawa Pulogebang dan Cipinang Besar Selatan (Cibesel).

"Kita paksa mereka pindah. Nggak ada perjanjian apa pun. Main dudukin saja. Nggak ada kompensasi. Cuma kita kasih rusun saja. Pokoknya, patokannya, kita sudah baik hati, hasil penjualan oleh yang punya mau dikasih ke warga sebesar 25 persen. Kalau tanah pemerintah, kita nggak bisa kayak gitu. Kalau kayak gitu, kita sama-sama dudukin Balai Kota saja nih. Terus nanti minta 25 persen. Lumayan," ungkapnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon