Sentuhan Shakespeare pada Gaun Sebastian Gunawan

Jumat, 20 November 2015 | 20:12 WIB
MM
B
Penulis: Mardiana Makmun | Editor: B1
Bak peri, model pun melenggang manis untuk memeragakan gaun-gaun yang terinspirasi kisah romantis Shakespeare.
Bak peri, model pun melenggang manis untuk memeragakan gaun-gaun yang terinspirasi kisah romantis Shakespeare. (Investor Daily/Emral Firdiansyah )

Karya romantis Shakespeare tak cuma bisa dinikmati dalam bentuk cerita. Sebastian Gunawan mengolahnya menjadi lembaran-lembaran gaun cantik, mewah, memesona.

Karyanya diperagakan dalam rangkaian pameran adibusana The Journey of Couture yang digelar Asian Couture Federation di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Kamis (19/11).

Panggung catwalk di Ciputra Artpreneur disulap bak hutan-hutan di Eropa. Pohon-pohon, kerlip cahaya kunang-kunang, dan bunga-bunga hutan menghidupkan peragaan busana bertema A Midsummer Night's Dream.

Bak peri-peri, para model pun melenggang manis untuk memeragakan gaun-gaun yang terinspirasi kisah romantis Shakespeare. "Keunikan koleksi ini adalah karena terinspirasi jalan cerita Shakespeare," ungkap Sebastian Gunawan, ketika ditemui Investor Daily di sela pembukaan pameran The Journey of Couture, Rabu (18/11)

Perancang yang akrab disapa Seba itu melanjutkan, konsep busana dan peragaannya digarap dengan menggambarkan kehidupan hutan lengkap dengan kehidupan para perinya.

"Koleksi yang saya buat ini menggambarkan layaknya seorang peri yang jatuh cinta. Sangat romantis, cantik, mewah, dan elegan," sambung Seba.

Tak kurang dari 80 gaun cantik ia keluarkan untuk melengkapi kisah cinta para peri. Pilihan warnanya pun dipilih sesuai khas peri hutan, mulai putih, semburat kuning, perak kebiruan, hijau, coklat keemasan, hingga hitam dan ungu.

Berdaya Pakai
Peragaan Seba kali ini memang berbeda. Karyanya diperagakan di tengah rangkaian acara The Journey of Couture, sebuah pameran karya eksklusif/adibusana (haute couture) yang digelar oleh Asian Couture Federation bekerja sama dengan Ciputra Artpreneur.

Seba memang menjadi anggota federasi tersebut, sehingga menjadi sebuah kebanggaan pameran kali ini digelar di Jakarta. Terlebih, Indonesia memiliki cukup banyak perancang busana terbaik.

"Ajang ini penting buat saya sebagai seniman supaya karya saya bisa dinikmati khalayak ramai dan diterima secara global," aku Seba, bangga.

Selain menampilkan 80 koleksi busana di peragaan tunggal, Seba juga memamerkan 20 koleksi adibusananya. Salah satu keunikan adibusananya adalah penggunaan lembaran tipis batuan alam yang dipotong menggunakan nanoteknologi.

"Teknologi ini saya temukan di Jerman. Biasanya dipakai untuk memotong batu alam menjadi tipis sebagai bagian dari interior ruangan. Tetapi, di sini, saya pakai sebagai detail untuk busana. Uniknya, warna batu alam ini akan berubah seiiring waktu menjadi pink atau biru," jelasnya.

Kendati adibusana, Seba berprinsip, sebuah busana haruslah tetap bisa dipakai dengan nyaman. Bagi dia, adibusana itu, walaupun unik dan dibuat dengan sangat detail dan rumit, tetap harus bisa dipakai nyaman.

"Karena itu, 70% adibusana saya bisa dipakai. Karena, saya bisa merasakan nikmatnya bila busana yang saya rancang itu nyaman dipakai, bukan sekadar indah saja," tandas Seba.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon