Presiden Tanzania Ganti Pesta Kemerdekaan dengan Bersih-bersih Jalan
Selasa, 24 November 2015 | 15:04 WIB
Dar Es Salaam – Presiden baru Tanzania John Magufuli membatalkan perayaan hari kemerdekaan awal bulan depan. Uangnya, kata dia, lebih baik digunakan untuk aksi bersih-bersih, termasuk jalanan.
"Sangat memalukan kita mengeluarkan uang sangat banyak untuk merayakan 54 tahun kemerdekaan sedangkan rakyat banyak yang meninggal karena kolera," tandas Magufuli, dalam pernyataan yang dibacakan via televisi negara, Senin (23/11) malam waktu setempat, seperti dikutip AFP.
Magufuli, yang baru saja menjabat usai memenangi pemilu 25 Oktober 2015, sudah mengeluarkan serangkaian langkah pemangkasan belanja dan menindak korupsi pemerintah.
Ia antara lain membekukan perjalanan tak penting ke luar negeri bagi para pejabat pemerintah. Uang hadir seminar dan rapat juga dihilangkan. Lembaga-lembaga pemerintah juga tidak bisa lagi menggelar pesta koktail dan makan malam mewah.
"Uangnya sebaiknya digunakan untuk layanan-layanan sosial, seperti aksi bersih-bersih jalan," kata Magufuli.
Tanzania bulan lalu mengalami wabah kolera. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebutkan, lebih dari 5.000 kolera dan belasan yang meninggal dunia di Tanzania.
Adapun perayaan kemerdekaan tahunan biasanya diisi parade militer, paduan suara dan tarian-tarian traidisional di Stadion Nasional di ibukota Dar es Salaam. Tidak disebutkan berapa penghematan yang didapat dari pembatalan acara-acara tersebut.
Yang jelas, Magufuli memerintahkan semua pejabat pemerintah untuk mengawasi langsung aksi bersih-bersih jalan di distrik masing-masing.
Tanzania, yang pernah bernama Tanganyika, merdeka dari Inggris pada 9 Desember 1961.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Gencatan Senjata AS-Iran Buntu, Teheran Tolak Dialog
Macron Ajak Dunia Lepas dari AS, NATO Terancam Retak!
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Mirip Film, AS dan Iran Adu Cepat Temukan Pilot F-15E yang Jatuh




