Menuai Kontrovesi, Pemerintah Tetap Akan Datangkan Helikopter Kepresidenan dari Italia
Rabu, 25 November 2015 | 17:03 WIB
Jakarta – Helikopter jenis Agusta Westland AW-101 bakal didatangkan TNI Angkatan Udara (AU) pada 2016. Helikopter VVIP (Very Very Important Person) tersebut nantinya tidak hanya digunakan oleh Presiden Joko Widodo maupun Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Pembelian helikopter pengganti helikopter jenis Super Puma itu merupakan usulan TNI AU. "Heli yang Super Puma umurnya sudah 25 tahun, tentunya karena ini untuk VVIP, termasuk tamu negara. Maka TNI AU mengusulkan," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di ruang kerjanya, Gedung III Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu (25/11).
Dia menambahkan, helikopter itu nantinya juga bakal digunakan tamu-tamu negara yang ke Tanah Air. Dia juga membenarkan bahwa helikopter yang dibeli itu anti peluru. "Karena ini standarnya VVIP, maka helikopter itu yang tahan peluru. Karena kan helikopter itu juga terbang sangat rendah," imbuhnya.
Sebelumnya, Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan juga menjelaskan perlunya peremajaan alat angkut untuk Presiden. "Umur daripada angkutan itu misalnya untuk Hercules C130 Presiden itu saya masih pangkat kapten tahun 1978, masak mau dipakai terus. Nanti kalian ribut lagi kalau ada apa-apa. Sama juga helikopter, umurnya sudah 30-an tahun juga. Jadi kita nyarilah helikopter yang lebih baik dan keamanannya juga lebih bagus," katanya.
Dia mengaku tidak mengetahui anggaran untuk pembelian helikopter Agusta Westland AW-101. Sebab, pembelian sepenuhnya dilakukan TNI AU. "Harus dari TNI AU," ujarnya.
Pembelian helikopter jenis Agusta ini menuai kontroversi. Menurut Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris, jauh lebih baik bila pemerintah membeli helikopter Super Puma buatan PT Dirgantara Indonesia yang lebih murah. Harga Agusta sekitar US$ 55 juta, cukup mahal bila dibandingkan dengan jenis Super Puma, yang harganya hanya US$ 35 juta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




