Kerugian Akibat Kejahatan Cyber Capai US$150 Miliar
Rabu, 25 November 2015 | 20:54 WIB
Jakarta – Rata-rata konsumen kehilangan hampir US$358 per orang atau total sekitar US$150 miliar akibat kejahatan cyber. Terlepas dari kepedulian dan kesadaran akan kejahatan cyber, konsumen terlalu percaya diri dengan perilaku keamanan online mereka.
Demikian temuan Norton Cybersecurity Insights Report, yang menyoroti kenyataan pahit dari kejahatan online dan efek personalnya pada konsumen di 17 negara.
Laporan ini menemukan bahwa secara global, 62% konsumen percaya bahwa informasi kartu kredit mereka akan dicuri secara online, dan 38% responden berpikir bahwa mereka akan kehilangan informasi kartu kredit dari wallets mereka. Selain itu, 47% melaporkan mereka pernah terkena dampak dari cyber crime.
"Kepercayaan konsumen terguncang pada tahun 2014, ketika terjadi pelanggaran besar yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mengekspos identitas jutaan orang yang hanya melakukan pembelian rutin dari retailer yang sudah dikenal," kata Gavin Lowth, Vice President Norton Consumer and Small Business, Asia Pasifik dan Japan (APJ), dalam siaran pers, kemarin.
Temuan tersebut, menurut Lowth, menunjukkan bahwa berita ini menggoyahkan kepercayaan masyarakat dalam aktivitas online. Namun ancaman cybercrime ini belum mendorong adanya pengadopsian perlindungan sederhana yang harus dilakukan orang untuk melindungi informasi mereka secara online.
"Sebagian besar tidak melakukan tindakan dasar keamanan online: penggunaan password. Saat orang-orang terlalu percaya diri dengan pengetahuan keamanan yang mereka miliki, ketakutan adalah hal lazim. Sebanyak 80% merasa bahwa peluang menjadi korban kejahatan online cukup signifikan untuk dikhawatirkan," kata dia.
Menurut survei Norton tersebut, korban kejahatan online rata-rata kehilangan waktu 21 jam karena berurusan dengan dampak dari kejahatan cyber. Lebih dari setengah konsumen (60%), yakin dengan menggunakan Wi-Fi publik lebih berisiko daripada menggunakan toilet umum (40%).
Lebih dari sepertiga (38%) millennial berpikir mereka tidak "cukup menarik" untuk menjadi target kejahatan online, meskipun 56% mengalami kejahatan online. Lebih dari setengah konsumen (53%) berpikir bahwa menyimpan informasi kredit/perbankan mereka di awan lebih berisiko daripada tidak memakai sabuk pengaman.
Oleh karena itu, Norton memberikan tips agar tetap aman saat online. Selain menggunakan password yang unik, dan menghapus email dari pengirim yang tidak dikenal, dan tidak mengklik lampiran atau link pada email yang mencurigakan.
Pada situs sosial media, waspadalah terhadap tawaran yang nampaknya terlalu menarik. Sebelum mengklik link yang ditawarkan, arahkan mouse ke link untuk melihat tujuannya.
Selalu memantau akun keuangan terhadap aktivitas yang tidak biasa. Jika ada biaya yang aneh, segera laporkan. Seringkali kejahatan cyber akan melakukan ‘tes’ pembayaran dalam jumlah kecil sebelum mencoba untuk menguras rekening bank Anda.
Gunakan solusi backup yang aman untuk melindungi file dan backup secara teratur sehingga penjahat tidak dapat menggunakannya sebagai tebusan.
Symantec mengumumkan ketersediaan Norton Security di Indonesia, yang merupakan solusi perlindungan berlapis canggih yang membantu menjaga konsumen dari ancaman berbahaya dan berkembang di semua platform. Norton Security Premium tersedia dengan backup cloud PC yang aman untuk memberikan perlindungan ekstra dari serangan ransomware dan membantu memastikan foto, kontak dan file-file penting tidak hilang.
"Kita hidup di dunia dimana penjahat cyber kerja lembur untuk mencoba menemukan cara-cara baru untuk mencuri informasi pribadi. Di Norton, kami ingin memberikan rasa aman, baik saat berbagi foto secara online atau belanja dari smartphone yang didukung oleh Norton Security untuk menjaga informasi dan perangkat mereka terlindungi," tambah Lowth.
Norton Security adalah layanan tunggal yang melindungi PC dan Mac, serta smartphone dan tablet Android, iPhone dan iPad. Norton Security dilengkapi dengan tingkat layanan yang berbeda yang melayani kebutuhan pelanggan. Norton Security ditawarkan sebagai layanan fleksibel untuk melindungi seluruh perangkat Anda dengan harga mulai dari US$19.90.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




