Tren Big Data Dorong Perkembangan Bisnis
Kamis, 26 November 2015 | 20:28 WIB
Jakarta - Tingginya penetrasi internet dan perkembangan ICT dewasa ini, ikut mendorong pertumbuhan big data sekaligus membuat nya menjadi tren yang menarik untuk dikenali. Pengelolaan dan analisa yang tepat terhadap big data diklaim mampu membuat perusahaan memenangkan persaingan.
Berdasarkan riset yang dilakukan oleh McKinsey Global Institute (2014), Big Data merupakan salah satu dari 5 disruptive technologies yang akan mempengaruhi berbagai sektor industri baik saat ini maupun masa yang akan mendatang.
Menurut Direktur Utama Infomedia, Bona L.P. Parapat, tren dan pengelolaan big data saat ini dipicu oleh pertumbuhan teknologi, terutama pemanfaatan cloud, social media dan internet.
"Perkembangan tren teknologi big data dan social media memberikan banyak manfaat baik dalam pekerjaan maupun dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat dan bangsa Indonesia," ujar Bona dalam siaran persnya belum lama ini.
Sementara itu, Project Director Probis Big Data Telkom, Komang Budi Aryasa, mengatakan, lewat internet orang senantiasa terhubung kapan saja dan dimana saja. Bahkan saat ini, hanya dalam 1 detik, 22,574 Gygabyte data dipertukarkan di internet dari seluruh dunia.
"Tentu saja, pertukaran data tersebut didominasi oleh aplikasi social media, dan selanjutnya baru disusul oleh aktfitas lain seperti chat, search engine dan juga online shop," jelas Komang.
Takkalah dengan tren global, lanjut dia, saat ini Indonesia menduduki peringkat ketiga dunia dalam hal pertumbuhan jumlah pengguna internet, juga mengalami kenaikan yang luar biasa dalam hal jumlah big data.
Sebagai provider TIMES (Telecommunciation, Information, Media, and Edutainment Services) terbesar di Indonesia, lanjut Komang, saat ini Telkom Group mengelola 252 juta sumber data dari pelanggan Telkomsel, Telepon, Internet dan CRM.
"Dalam hal volume data, tak tanggung–tanggung Telkom sendiri mencatatkan pertumbuhan 12 Terabytes data setiap bulannya dalam bentuk yang sangat bervariasi, yaitu audio, billing, Web, Location, CRM dan Social Media," tambahnya.
Untuk mengelola hal tersebut, kata Komang, tentu tidak mudah. Untuk mengubah data mentah yang sangat bervariasi menjadi informasi yang berguna, jelas Komang, ada empat tahapan proses yang musti dilalui. Dimula dari descriptive analytics untuk mendapatkan hindsight, diagnostic analytics, dan predictive analytics untuk mencari insight, dan prescriptive analytics untuk menemukan foresight.
"Untuk membantu keseluruhan proses tersebut, selain dukungan SDM yang handal, Telkom juga menggunakan berbagai aplikasi dan analytics software ter-update," tambahnya.
Peran Sosial Media
Director of Marketing & Sales PT. Infomedia Nusantara, Andang Ashari, mengatakan, dari total 255,5 juta jiwa populasi di Indonesia dengan 88,1 juta pengguna internet terdapat 74 juta pengguna aktif sosial media.
"Bahkan, dalam setiap harinya rata-rata 5 jam waktu dihabiskan para netizen di Indonesia untuk berinteraksi di sosial media," jelas Andang.
Lebih lanjut Andang menjelaskan, tren tersebut telah mempengaruhi proses pengambilan keputusan pelanggan. Jika dahulu keputusan membeli banyak dipengaruhi oleh iklan media masa dan rekomendasi langsung dari teman serta keluarga dekat, kini keputusan membeli lebih banyak dipengaruhi oleh informasi yang didapat dari social media.
"Bagi perusahaan, perubahan lifestyle ini tentunya dapat menjadi tantangan, peluang dan bahkan dapat menjadi batu sandungan jika tidak dikelola secara tepat," paparnya.
Sebagai perusahaan yang telah puluhan tahun menangani contact center, tren pergeseran lifestyle tersebut sangat dirasakan oleh Infomedia. Jika dahulu proses pelayanan pelanggan didominasi oleh trafik call, kini meskipun masih mendominasi trafiknya telah mengalami penurunan. Sedangkan trafik contact center di channel multimedia (e-mail, chat, web, mobile apps)dan social media kini mengalami kenaikan yang signifikan.
"Mengelolanya tentu dibutuhkan keahlian yang lebih advance, sehingga seluruh data interkasi dalam berbagai bentuk yang beragam tersebut dapat diterima, ditangani dan dikelola dengan baik," katanya.
Andang menjelaskan, khusus untuk channel social media, Infomedia memiliki aplikasi socio medio untuk mengelolanya. Melalui aplikasi ini, jelas dia, officer pengelola digital media mampu mengelola aktifitas interaksi yang ada di beberapa social media dari satu dashboard aplikasi.
Selain fungsi pop up notifikasi di setiap interaksi baru yang bermunculan, history percakapan dengan client yang sama juga akan terekam sehingga memudahkan dalam tindak lanjut danmemberikan personal touch yang tentu nya akan memberi value lebih.
"Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan fitur eskalasi untuk case yang tidak dapat ditangani oleh officer dan tentunya tersedia juga fitur reporting yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja oleh pengambil keputusan," imbuh Andang.
Kombinasi dari aplikasi yang handal dan dukungan oleh sumberdaya manusia yang berpengalaman dan tersertifikasi secara internasional, menjadikan Infomedia perusahaan terpercaya dalam pengelolaan social media & analyticsnya.
"Pengakuan atas kesuksesan Infomedia dalam menjalankan pengelolaan dan analisa di social media bukan saja didapatkan dari kancah nasional, tetapi juga telah terbukti secara internasional," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




