92 Rumah Tertimbun Lumpur di Aceh Selatan
Sabtu, 28 November 2015 | 18:30 WIB
Tapaktuan - Sedikitnya 92 unit rumah di Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, tertimbun lumpur setelah diterjang banjir bandang pada Jumat (27/11) malam.
Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, Mayfendri, yang dihubungi wartawan dari Tapaktuan, Sabtu (28/11) mengatakan, banjir yang terjadi sekitar pukul 20.00 WIB itu telah mengakibatkan puluhan rumah warga di Desa Krueng Bate tertimbun lumpur, dua diantaranya rusak berat.
Banjir juga merendam ratusan rumah penduduk setinggi 60 centimeter atau sekitar tinggi lutut orang dewasa di dua desa lainnya dalam Kecamatan Trumon Tengah yakni Desa Pulo Paya dan Gunung Kapur, namun kondisinya tidak separah seperti terjadi di Desa Krueng Bate.
Ia mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir yang saban tahun terjadi ini, namun kerugian materil yang dialami warga serta pemerintah daerah mencapai ratusan juta rupiah, sebab banjir bandang juga merusak fasilitas umum seperti jalan, jembatan, rumah ibadah (masjid), rumah sekolah, fasilitas bangunan kesehatan (Puskesmas) serta lahan perkebunan dan pertanian.
Ia menyatakan, banjir bandang yang menerjang Desa Krueng Bate tersebut disebabkan muara sungai di desa setempat telah tersumbat dengan pohon-pohon kayu dan tanah, akibatnya muara sungai tersebut telah beralih kearah jalur lain, sehingga arus banjir secara otomatis menghantam pemukiman penduduk.
"Pada Jumat malam, puluhan warga korban banjir bandang sempat kami ungsikan sementara ke lokasi dataran tinggi untuk menghindari jatuhnya korban jiwa. Upaya penanganan darurat berlanjut sampai Sabtu pagi dengan cara memotong pohon-pohon kayu yang menimpa rumah penduduk termasuk memberikan bantuan untuk pembersihan rumah korban banjir yang tertimbun lumpur," kata Mayfendri.
Dalam musibah tersebut, ujarnya, arus banjir yang deras bercampur lumpur juga turut serta menghanyutkan pohon-pohon kayu bulat ukuran besar, sehingga mengakibatkan rumah penduduk rusak berat.
"Satu unit rumah penduduk yang rusak berat akibat tertimpa pohon kayu milik Kamarudin (70) sedangkan satu unit lagi milik Jaiton (50) seorang janda, juga rusak berat akibat dihantam arus banjir. Sedangkan lainnya hanya tertimbun lumpur," sebutnya.
Camat Trumon Tengah, Abdul Munir, mengatakan, selain rumah penduduk musibah banjir bandang itu juga merusak fasilitas air bersih (pipa) yang mengaliri kebutuhan air untuk seluruh warga dalam kecamatan tersebut.
Akibatnya, saat ini persoalan krisis air bersih tidak hanya dialami oleh warga korban banjir di Desa Krueng Bate, tapi secara keseluruhan juga dialami oleh seluruh warga dalam Kecamatan Trumon Tengah karena fasilitas air bersih yang rusak tersebut merupakan sumber air utama yang dikonsumsi masyarakat selama ini, papar Abdul Munir.
Pada Sabtu pagi, lanjut Abdul Munir, banjir sudah mulai surut sehingga warga korban banjir dibantu petugas Satgas SAR dan BPBD langsung melakukan pembersihan rumah yang tertimbun lumpur termasuk fasilitas umum seperti masjid, badan jalan, rumah sekolah dan fasilitas kesehatan (Puskesmas).
"Untuk memindahkan pohon kayu yang menimpa rumah penduduk, petugas di lapangan mengalami kendala karena tidak tersedia peralatan untuk memotong pohon kayu, termasuk alat berat (beco)," katanya.
Alat berat itu untuk memindahkan pohon kayu yang menimbun sungai dan pengerukan kembali muara sungai, sehingga tidak mengancam lagi pemukiman penduduk.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




