Rajawali dan Felda Negosiasi Ulang Saham Eagle High

Senin, 30 November 2015 | 20:49 WIB
FN
B
Penulis: Farid Nurfaizi | Editor: B1
Ilustrasi Sawit
Ilustrasi Sawit (Inverstor Daily/Tino Oktaviano)

Jakarta – PT Rajawali Corpora dan Felda Global Ventures Holdings Bhd memutuskan untuk bernegosiasi ulang terkait jual beli saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT). Kedua pihak sepakat perjanjian jual beli 37% saham Eagle High senilai US$ 680 juta sudah tidak berlaku lagi.

Managing Director Rajawali Corpora Darjoto Setiawan mengatakan, pihaknya tengah berdiskusi lebih lanjut dengan Felda mengenai alternatif struktur investasi yang akan dilakukan pada Eagle High nantinya. "Sampai saat ini masih dibahas," kata dia kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (30/11).

Darjoto tidak menjelaskan secara spesifik alasan utama dibalik berakhirnya perjanjian jual beli saham yang lama. Dia hanya mengatakan, pihaknya berharap segera menemukan alternatif investasi yang tepat bagi perseroan maupun Felda.

Sebagai informasi, sebelum mengakhiri perjanjian lama, Rajawali yang merupakan perusahaan milik Peter Sondakh, sepakat dengan Felda untuk memperpanjang perjanjian sebanyak dua kali.

Sebelumnya, Rajawali menargetkan akuisisi rampung pada pertengahan Agustus. Lalu, target penyelesaian transaksi diperpanjang menjadi 31 Oktober dan kemudian diundur menjadi 30 November.

Selama masa periode perjanjian, transaksi kedua pihak sempat dikabarkan mandek, lantaran harga akuisisi Eagle High yang dinilai terlampau mahal di tengah harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang melemah.

Sementara itu, saham Eagle High berkode BWPT sudah turun 9,62% ke posisi Rp 141 hingga penutupan perdagangan kemarin. Secara year to date, BWPT sudah terpangkas 64,75%. Sementara itu, saham Felda di Bursa Malaysia tergelincir 1,12% ke posisi 1,77 ringgit Malaysia. Secara year to date, saham Felda telah anjlok 18,81%.

Lebih lanjut negosiasi yang berjalan alot juga tercermin dari pemberitaan media Malaysia. Sumber The Star melaporkan, Bank Negara Malaysia belum menyetujui permintaan Felda Global untuk membayar uang muka akuisisi. Salah satu alasan belum disetujui adalah terdapat issue seputar aset, yakni terkait status kepemilikan tanah. Di sisi lain, sejumlah anggota oposisi parlemen di Malaysia pun sempat mendesak Felda membatalkan rencana akuisisi tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon