Rajawali dan Felda Kaji Bentuk JV
Selasa, 1 Desember 2015 | 22:07 WIB
Jakarta – PT Rajawali Corpora dan Felda Global Ventures Holdings Bhd menargetkan penetapan hasil negosiasi ulang terkait investasi pada PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) tahun depan. Salah satu skema kerja sama yang dikaji adalah pendirian perusahaan patungan (joint venture/JV).
"Diskusi terkait investasi pada Eagle High kemungkinan terdiri atas potensi joint venture, off-take agreement, dan bentuk kolaborasi lain yang disepakati," ungkap manajemen Felda Global dalam keterbukaan informasi di Bursa Malaysia, Selasa (1/12).
Sementara itu, menurut sumber Investor Daily, Felda membutuhkan waktu lebih dari satu bulan untuk negosiasi ulang dengan Rajawali. Perseroan mempertimbangkan kondisi politik Malaysia belakangan ini.
"Dalam beberapa pekan ke depan akan diselenggarakan musyawarah nasional United Malays National Organisation (UMNO). Jadi, Felda minta diundur," kata sumber tersebut.
Sebelumnya, Managing Director Rajawali Corpora Darjoto Setiawan mengatakan, pihaknya tengah berdiskusi lebih lanjut dengan Felda Global mengenai alternatif struktur investasi yang akan dilakukan pada Eagle High.
Darjoto tidak menjelaskan secara spesifik alasan utama dibalik tidak dilanjutkannya perjanjian jual beli 37% saham Eagle High. Pihaknya berharap segera menemukan alternatif investasi yang tepat bagi perseroan maupun Felda Global.
Sebagai informasi, sebelum mengakhiri perjanjian lama, Rajawali yang merupakan perusahaan milik Peter Sondakh, sepakat dengan Felda untuk memperpanjang perjanjian sebanyak dua kali.
Semula, Rajawali menargetkan akuisisi rampung pada pertengahan Agustus. Lalu, target penyelesaian transaksi diperpanjang menjadi 31 Oktober dan kemudian diundur menjadi 30 November.
Selama masa periode perjanjian, transaksi kedua pihak sempat dikabarkan mandek, lantaran harga akuisisi Eagle High yang dinilai terlampau mahal di tengah harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang melemah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




