Polisi Deteksi Tempat Latihan Bersenjata di Papua

Jumat, 4 Desember 2015 | 05:16 WIB
RI
B
Penulis: Robert Isidorus | Editor: B1
Badar tampak sedang memperlihatkan luka-lukanya  kepada Gubernur Provinsi Papua, Lukas  Enembe (batik),  Kapolda Papua Irjen Pol Paulus  Waterpauw  (tengah) dan  Danrem 172/PWJ Kolonel Inf Sugiyono. Sabtu (20/9) siang.  Tampak  Sudirman sedang duduk di tempat tidur turut memperhatikan  luka yang ditunjukan Badar.
Badar tampak sedang memperlihatkan luka-lukanya kepada Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe (batik), Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw (tengah) dan Danrem 172/PWJ Kolonel Inf Sugiyono. Sabtu (20/9) siang. Tampak Sudirman sedang duduk di tempat tidur turut memperhatikan luka yang ditunjukan Badar. (Suara Pembaruan/Robert Isidorus)

Jayapura - Kasus penembakan terhadap Perwira Penghubungan Letnan Kolonel Anumerta John de Fretes di Kampung Namuni, Kabupaten Mamberamo Raya, 30 November lalu menjadi perhatian serius jajaran Kepolisian Daerah Papua.

Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw menyebutkan bahwa dari informasi awal ada indikasi tempat pelatihan bagi kelompok sipil bersenjata di kawasan Mambramo. Indikasi ini, menurut Kapolda, sesuai informasi yang diterima awal.

"Kalau informasi yang kita terima di awal, memang sesungguhnya ada indikasi lokasi untuk pelatihan. Memang Kapolres juga kebetulan anak adat di situ (Mambramo), kalau ini kategori daerah rawan dan jarang bisa dimasuki oleh stakeholder, dan yang bisa hanya tokoh agama," kata Paulus di Mapolda Papua, Kamis (3/12) siang.

Kapolda pun menegaskan bahwa pihaknya telah mengirimkan Tim Tindak Polda Papua yang dipimpin Kasat Brimobda Papua, Kombes (Pol) Mathias Fakhiri bersama Kabid Hukum Polda Papua, yang pernah menjabat sebagai Kapolsek Sarmi.

"Tim Tindak yang kita punya di Polda berjumlah 15 orang, untuk melakukan upaya-upaya mencari para pelaku. Prinsipnya, saya juga telah sampaikan kepada Kapolres, ini perbuatan kejahatan," tegasnya.

Kapolda menduga penembakan terhadap anggota TNI itu dilakukan oleh kelompok KM alias Kosmos Makabori. Kelompok ini disinyalir hanya berkekuatan 20 hingga 25 orang dengan dipersenjatai 1 hingga 2 pucuk senjata.

"Kelompok ini diduga sebagai pelaku penembakan hamba Tuhan. Kebanyakan senjata mereka rakitan atau senjata tradisional, sesuai dengan laporan Kapolres Mambramo Raya," ujarnya.

Menurut Kapolda, wilayah terjadinya penembakan cenderung masuk dalam wilayah daerah rawan, yang hanya bisa dimasuki oleh tokoh agama.

"Intinya kami sangat menyesali kejahatan terhadap hamba Tuhan, meskipun masih aktif sebagai anggota TNI. Almarhum ini Pendeta dari GKI,"katanya.

Kapolda menyakini almarhum John de Fretes tidak pernah melakukan tindakan yang menyakiti hati rakyat.

"Justru melayani dan saya pikir kejadian diakhir tahun 2015 ini sangat tidak bisa diterima, perbuatan yang dilakukan kelompok ini,"tegasnya.

Untuk itu, pihaknya meminta dukungan dan partisipasi dari para tokoh di Papua untuk mencari para pelaku penembakan tersebut.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk ikut membantu menyerahkan pelakunya agar diproses hukum.

"Situasi sudah terkendali, kita juga telah kirim pasukan kalau dengan pengamanan Pilkada sebanyak 125 personel," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon