Putin Beri Sanksi Tambahan ke Turki

Jumat, 4 Desember 2015 | 15:24 WIB
NW
B
Penulis: Natasia Christy Wahyuni | Editor: B1
Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Dok SP)

Moskwa - Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan akan menghukum Ankara dengan sanksi-sanksi tambahan sebagai sinyal bahwa insiden penembakan jet militer Rusia Su-24 oleh militer Turki berdampak serius.

Menurut dia, penembakan yang dilakukan Turki kepada jet militer Rusia Su-24 adalah kejahatan perang, sehingga harus disikapi dengan tegas. Meski demikian, Putin memastikan Rusia tidak akan membalas Turki dengan kekuatan militer.

"Tapi jika ada yang berpikir mereka bisa melakukan kejahatan perang yang keji, membunuh orang-orang kami, dan pergi begitu saja tanpa menderita apa pun kecuali larangan impor tomat atau sejumlah pembatasan dalam pembangunan dan industri, mereka salah besar," kata Putin, dalam pidato kenegaraan, di Moskwa, Kamis (3/12).

Putin sudah memerintahkan sanksi ekonomi atas Turki dengan melarang produk-produk Turki. Nilai ekspor produk pertanian dan makanan dari Turki ke Rusia bernilai lebih dari 1 miliar euro (Rp 14 triliun) ke Rusia. Sekitar 20% sayuran impor Rusia berasal dari Turki.

"Kami akan ingatkan mereka tentang hal yang mereka lakukan, lebih dari sekali. Mereka akan menyesalinya. Kami tahu apa yang harus dilakukan," ujar Putin.

Menteri energi Rusia, Alexander Novak, beberapa menit setelah Putin selesai bicara, mengatakan Rusia menghentikan pembicaraan dengan Ankara terkait proyek saluran pipa gas sungai. Hal itu, merupakan sanksi tambahan yang dijatuhkan terhadap Turki.

Putin juga menyalahkan para pemimpin Turki karena melakukan kolusi dengan Negara Islam (IS). Dia menuduh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendapat keuntungan pribadi dari perdagangan minyak ilegal oleh militan. Dia menuding Turki memberikan kesejahteraan kepada para teroris dengan penjualan minyak yang dicuri dari Suriah.

"Kami tidak akan pernah melupakan kolusi mereka dengan teroris. Kami selalu menganggap penghianatan terburuk dan paling memalukan yang dilakukan dan itu tidak akan pernah berubah," ujarnya.

Putin menambahkan negaranya telah menempatkan sistem rudal pertahanan udara ke Suriah dan tak segan menembak setiap ancaman kepada pesawat-pesawat mereka di sana.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon