Mayasari Klaim Pengemudi dan Bus Diseleksi Ketat

Selasa, 21 Februari 2012 | 14:34 WIB
RM
B
Penulis: Ronna Nirmala/ Ardi Mandiri | Editor: B1
Ilustrasi
Ilustrasi (Antara)
Bahkan sebagai ujian terakhir manajemen mengadakan tes psikologi bagi calon sopir.

Manajemen bus Mayasari Bhakti mengaku tidak pernah memberikan izin kepada pengemudi yang tidak lolos Uji Kelayakan Kendaraan (KIR). Untuk menjadi pengemudi Mayasari Bhakti, setiap calon akan menjalani beberapa proses sebelum akhirnya mendapatkan izin.

Pada proses awal, tiap calon akan menjalani Diklat dari Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Juga ada penilaian berupa evaluasi pada setiap seminggu.

Sebagai tes terakhir, manajemen juga menyediakan tes psikologi. Pada tes tersebut, banyak calon pengemudi tidak lolos. Tidak bisa dipungkiri masih banyak calon pengemudi yang memiliki tingkat emosional tinggi.

"Jadi tidak sembarangan," kata Asisten Direktur Mayasari Bhakti, Arifin Azhari di Jakarta, hari ini.

Karena itu, dia menjamin bahwa armadanya laik dalam uji KIR. "Umpamanya, jika ada kekurangan di KIR maka tidak akan diloloskan. Karena dalam uji ini kan nanti kita dapat rincian kekurangannya apa. Di situ bisa kita evaluasi atau sama sekali tidak digunakan untuk kegiatan operasional," ujarnya.

Apalagi, lanjutnya, manajemen secara rutin selalu melakukan peremajaan bertahap terhadap seluruh armada. Itu sudah dilakukan selama dua tahun terakhir. Saat ini, terdapat 200 unit bus yang telah dilakukan peremajaan.

"Dibandingkan dengan perusahaan transportasi lainnya yang terkadang tidak melakukan peremajaan secara bertahap baik untuk yang kelas ekonomi maupun non-ekonomi, kita tetap terus jalan, bisa di kroscek ke Dinas Perhubungan DKI," paparnya.

Terkait dengan maraknya kecelakaan yang dialami bus Mayasari Bhakti, Arifin menegaskan, pihaknya akan bertanggungjawab apabila terbukti melakukan kelalaian.

"Kalau faktor kendaraan kan bisa kita persiapkan, perbaiki atau tidak diijinkan untuk beroperasional lagi. Sedangkan kalau masalah pengemudi, kita tidak boleh abaikan adanya faktor human error. Ya meskipun baik itu human error atau bukan, kita tetap akan mengevaluasi pengemudi," tambahnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon