Berlian Laju Tanker Rampungkan Pengalihan Kapal
Minggu, 6 Desember 2015 | 22:06 WIB
Jakarta –PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) telah merampungkan pengalihan sebanyak 27 unit kapal kepada konsorsium kreditur mandated lead arranger (MLA), NewCo. Pengalihan ini bagian dari upaya untuk merestrukturisasi utang obligasi senilai US$ 584 juta.
Direktur Utama Berlian Laju Tanker Siana Anggraen Surya mengatakan, penutupan MLA telah dilaksanakan dengan sukses pada 1 Desember 2015. Oleh karenanya, kapal-kapal dan aset yang telah ditentukan dialihkan kepada NewCo.
Perseroan juga menandatangani perjanjian amandemen atas restrcuturing support agreement (RSA). Perjanjian tersebut dibuat oleh perseroan bersama DNB Bank ASA, Gold Bridge Shipping Corporation, anak perusahaan Berlian Laju Tanker, Hadi Surya, Siana Surya, PT Tunggaladhi Baskara, dan Meadownstream Ltd, pada 30 November 2015. "Perjanjian ini untuk memperpanjang jangka waktu penutupan MLA dari sebelumnya 30 September 2015 menjadi 3 Desember 2015," kata Siana dalam keterangan resmi, baru-baru ini.
Dengan adanya perpanjangan waktu tersebut, lanjut dia, perseroan tetap dapat menerima berbagai manfaat berdasarkan ketentuan RSA, mengingat penutupan MLA dilakukan tepat waktu. Sebagai informasi, Berlian Laju Tangker, meneken (RSA) pada April 2015. Nilai pengalihan 27 unit kapal sekitar US$ 86,6 juta. Saat ini, total armada perseroan terdiri atas 39 kapal, termasuk 8 kapal yang disewa atau sewa dengan jangka waktu tertentu (time-charter).
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPBLB) Berlian Laju Tanker sebelumnya telah menyetujui penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu melalui penerbitan mandatory convertibles securities (MCS) dan penerbitan saham baru (konversi utang menjadi saham).
Total saham yang akan diterbitkan sebanyak-banyak 14,38 miliar, yang terdiri atas saham sebanyak-banyaknya 11,93 miliar seri A dengan nilai nominal Rp 62,5 untuk keperluan Penerbitan Saham Baru dalam konversi utang menjadi saham. Selain itu, perseroan menerbitkan sebanyak-banyaknya 2,45 miliar saham seri B dengan nilai nominal Rp 50 untuk keperluan penerbitan Saham Konversi dalam hal MCS.
Hingga kuartal III-2015, perseroan membukukan pendapatan usaha US$ 207,21 juta, turun 13,39% dibanding periode sama tahun lalu US$ 239,26 juta. Sementara itu beban pelayaran perseroan menyusut 35,44% menjadi US$ 69,65 juta, dari US$ 107,89 juta.
Dengan demikian, pendapatan usaha setelah beban pelayaran meningkat 4,71% menjadi US$ 137,55 juta, dari US$ 131,36 juta. Hingga September 2015, rugi periode berjalan perseroan tercatat sebesar US$ 27,58 juta, turun 36,18% dibanding periode sama tahun lalu US$ 43,22 juta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




