BEDAH EMITEN
Tantangan Berat bagi Kalbe Farma (2)
Minggu, 6 Desember 2015 | 22:16 WIB
Jakarta – Penurunan kinerja keuangan Kalbe Farma juga mendorong Danareksa Sekuritas untuk merevisi turun target kinerja keuangan dalam tiga tahun ke depan. Perusahaan sekuritas BUMN ini juga memangkas target harga saham KLBF.
Danareksa Sekuritas memilih untuk merevisi turun penjualan Kalbe Farma dari Rp 18,16 triliun menjadi 17,86 triliun tahun ini. Sedangkan perkiraan laba bersih direvisi turun dari Rp 2,21 triliun menjadi Rp 2,04 triliun. Proyeksi penjualan tahun depan dipangkas dari Rp 20,08 triliun menjadi Rp 19,74 triliun. Laba bersih dipangkas dari Rp 2,37 triliun menjadi Rp 2,27 triliun.
Analis Danareksa Sekuritas Armando Marulitua mengatakan, meski kinerja keuangan tahun ini diproyeksikan di bawah target, Kalbe Farma diperkirakan kembali normal tahun depan.
"Kami memperkirakan hal buruk akan segera berakhir akhir tahun ini, sehingga penjualan perseroan kembali normal tahun depan didukung atas normalnya produksi obat resep, peluncuran produk konsumer baru, dan pengoperasian pabrik susu," tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Terkait rendahnya kinerja keuangan perseroan hingga September 2015, dia menjelaskan, dipengaruhi empat faktor, yaitu penghentian sementara fasilitas 6 lini produksi, penurunan margin keuntungan penjualan obat generik, pelemahan nilai tukar rupiah, dan penurunan daya beli masyarakat.
Rendahnya realisasi pertumbuhan kinerja keuangan mendorong Danareksa Sekuritas untuk memangkas target harga saham KLBF dari Rp 1.925 menjadi Rp 1.355 dengan target harga direvisi turun dari beli menjadi hold.
Direktur Keuangan Kalbe Farma Vidjongtius sebelumnya mengatakan, Kalbe Farma mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 1 – 1,2 triliun pada 2016 atau naik 20% dari alokasi tahun ini sebesar Rp 900 miliar – 1 triliun. Belanja modal akan diserap untuk ekspansi pabrik biosimilar, pengembangan obat bebas, dan ekspansi cabang. Seluruh belanja modal bakal didanai oleh kas internal.
Perseroan bakal memanfaatkan sebesar 50% dari belanja modal atau setara dengan Rp 500 – 600 juta untuk ekspansi pabrik biosimilar di Cikarang, Jawa Barat. Sedangkan, porsi untuk pengembangan obat bebas (over the counter/OTC) sebesar Rp 250 – 300 miliar. Kalbe Farma juga mengalokasikan dana yang sama untuk ekspansi cabang di Indonesia bagian timur sekitar 1 – 2 cabang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




