Felda Pastikan Kaji Ulang Akuisisi Eagle High

Senin, 7 Desember 2015 | 21:08 WIB
FN
MF
B
Ilustrasi Sawit
Ilustrasi Sawit (Inverstor Daily/Tino Oktaviano)

Jakarta – Felda Global Ventures Holdings Bhd memastikan bahwa pihaknya tengah meninjau ulang rencana akuisisi 37% saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT). Aksi ini dievaluasi lantaran faktor harga sawit minyak mentah (crude palm oil/CPO) yang rendah dan pelemahan nilai tukar ringgit Malaysia.

"Dua faktor tersebut membuat perusahaan meninjau kerangka transaksi, untuk mendapatkan hasil terbaik bagi setiap perusahaan yang terlibat," kata manajeman Felda, mengutip Starbiz, Senin (7/12).

Pekan lalu, FGV telah mengumumkan secara resmi untuk meninjau kesepakatan akuisisi Eagle High senilai US$ 680 juta. Semula, Felda harus membayar akuisisi tersebut secara tunai dan sebagian dalam bentuk saham.

Pihak FGV sebelumnya mengatakan, kesepakatan itu akan memberikan perseroan akses terhadap 425.000 hektar (ha) lahan sawit di Indonesia. Nilai tersebut hampir sebesar dua pertiga dari total lahan yang ada di Kalimantan.

Per kuartal III-2015, FGV membukukan kerugian bersih dari RM 33,92 juta, meningkat dari rugi bersih periode sama tahun lalu RM 9,33 juta. Kerugian tersebut dipicu oleh rugi valuta asing akibat melemahnya ringgit terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Laporan Maybank Investment Bank, pada 27 Novemebr 2015 memaparkan laba inti FGV terpukul rugi forex sebesar RM 74 juta pada kuartal III-2015. Kelebihan pasokan CPO serta permintaan yang bergerak flat terus menekan harga CPO.

Berdasarkan RAM Ratings, harga rata-rata CPO sekitar RM 2.174 per ton pada Oktober ini. Harga tersebut merupakan level terendah selama lima tahun terakhir.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon