Kenapa Banyak Petahana Menang? Ini Analisis LSI
Jumat, 11 Desember 2015 | 03:28 WIB
Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis hasil quick count atau hitungan cepat di Pilkada serentak 2015 ini, Kamis (10/12), yang menunjukkan bahwa di 21 wilayah yang incumbent-nya maju lagi, mayoritas mereka menang lagi.
"Dari 21 wilayah, 15 daerah dimenangkan oleh incumbent atau keluarga incumbent di atas 70 persen," kata peneliti LSI Ardian Sopa dalam konferensi pers di kantornya, Rawamangun, Jakarta Timur.
Ardian menyebutkan lima alasan mengapa incumbent menang lagi. Pertama adalah karena selama memimpin daerahnya, masyarakat merasa puas atas kinerja kepemmpinannya. Kedua, calon petahana sudah populer atau sudah lebih dikenal oleh masyarakat.
"Popularitas ini menjadi modal yang baik bagi incumbent untuk meraup suara rakyat," ungkapnya.
Alasan ketiga, lanjut dia, incumbent menguasai dan mampu menjangkau semua segmen pemilih. Keempat, incumbent mampu menggerakkan tokoh informal maupun formal seperti orang birokrasi.
"Yang terakhir incumbent ini lebih siap secara finansial. Selama menjabat dia bisa mengumpulkan pundi lebih banyak, dan gajinya selama menjabat cenderung tidak terpakai karena semua kebutuhannya ditanggung negara," pungkas Ardian.
Berdasarkan quick count LSI pada hari pemungutan suara, 15 wilayah yang dimenangkan oleh pasangan petahana adalah Provinsi Sumatera Barat, Kota Batam, Bengkulu Utara, Malang, Kediri, Gresik, Banyuwangi, Indramayu, Kutai Kartanegara, Kota Samarinda, Kotawaringin Timur, Gowa, Lombok Tengah, dan Lombok Utara.
Metodologi quick count LSI ini adalah teknik penarikan sampel secara multistage random sampling. Sampel tersebar secara proporsional berdasarkan jumlah pemilih dan dipilih secara acak di wilayah kecamatan untuk kabupaten dan seluruh wilayah kabupaten untuk provinsi. Sedangkan sampling error ± 1%.
Beberapa incumbent yang menang berdasarkan quick count LSI, adalah di Samarinda, paslon wali kota dan wakil walikota incumbent, Syaharie-Nusyirwan Ismail unggul dengan perolehan suara sebanyak 76,80 persen dibanding lawannya, Mudiyat Noor dan Iswandi yang hanya memperoleh 23,2 persen suara.
Di Banyuwangi, paslon incumbent Abdullah Azwar Anas-Yusuf Widyatmoko menang dengan tingkat dukungan mencapai 88,78 persen dibandingkan pesaingnya, Sumantri Soedomo-Sigit Wahyu Widodo hanya memperoleh suara 11,22 persen.
Kemudian paslon Irwan Prayitno-Nasrul Abit di pilkada Sumatera Barat meraup 59,04 persen suara mengalahkan pasangan Muslim Kasim-Fauzi Bahar yang harus puas dengan 40,96 persen suara.
Demikian pula dengan Indramayu. Paslon incumbent, Anna Sophanah dan Supendi meraih 55,13 persen suara. Sementara lawannya, Toro Sucartono-Rasta Wiguna hanya meraup suara 44,87 persen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




