Baru "Listing", Saham KINO Hanya Naik 1,3%
Jumat, 11 Desember 2015 | 21:17 WIB
Jakarta - PT Kino Indonesia Tbk (KINO) resmi menjadi emiten ke 18 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (11/12). Pada awal perdagangan, saham KINO sempat naik 11,84% sebesar 250 poin dari penawaran awal Rp 3.800 menjadi Rp 4.250 per saham. Untuk harga terendah berada di posisi 4.200 dan tertinggi 4.300. Serta langsung terjadi 123 kali transaksi dengan nilai 7,8 miliar.
Namun pada saat penutupan berada di level Rp 3.850 atau hanya naik 1,3% sebanyak Rp 50 dari harga IPO Rp 3.800.
Adapun melalui penawaran saham perdana (initial public offering/IPO), Kino menawarkan sebanyak-banyaknya 228,57 juta saham atau 16% dari modal ditempatkan dan modal disetor penuh. Melalui IPO ini, perseroan meraih dana Rp 868,57 miliar.
Perseroan juga telah menunjuk PT Indo Premier Securities, PT Credit Suisse Securities Indonesia, dan PT Deutsche Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi saham.
Direktur keuangan Kino Peter Chayson mengatakan, perseroan akan menggunakan sekitar 27% dana dari hasil IPO akan digunakan untuk mengakuisisi perusahaan sejenis. Selanjutnya, 50% akan dialokasikan untuk belanja modal guna mendukung pertumbuhan organik Grup Kino dan 23% sisanya akan dipakai untuk keperluan modal kerja.
"IPO yang kami lakukan ini merupakan salah satu rencana strategis perusahaan untuk mendorong ekspansi kedepannya," imbuhnya.
Selain itu, dengan IPO ini, rasio utang terhadap modal atau Debt to Equity Ratio (DER) menurun dengan bertambahnya ekuitas perseroan. Harry mengungkapkan, tadinya DER perseroan adalah 0,9x. Lalu kini, posisi DER-nya menjadi 0,4x. Menurutnya, Kino masih memiliki ruang untuk mencari pinjaman.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




