Perkuat Produk Kosmetik, Martina Berto Gencar Ekspansi Gerai
Minggu, 13 Desember 2015 | 21:19 WIB
Jakarta – PT Martina Berto Tbk (MBTO) bakal menambah lima gerai tahun depan. Perseroan bakal terus mempertahankan pangsa sebesar 10-15%.
"Tahun 2016 harapannya bisa buka lima gerai, lebih banyak dibandingkan realisasi tahun ini yang hanya dua gerai. Selain itu juga banyak bangun backwall baru di pusat perbelanjaan modern," kata Direktur Utama Martina Berto Bryan Tilaar kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.
Perseroan bakal mengucurkan investasi sekitar Rp 10 miliar untuk menambah gerai. Investasi itu akan masuk dalam alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) tahun depan.
Bryan menegaskan, perseroan masih akan memperkuat produk perawatan wajah dan kosmetik yang menjadi penopang pendapatan perseroan. Sedangkan produk kesehatan dan perawatan tubuh masih harus bersaing ketat dengan kompetitor domestik maupun global.
Tahun depan, perseroan bakal meluncurkan produk baru lintas brand, terutama meluncurkan tren warna baru kosmetik di bawah brand Sariayu.
Sebelumnya, Bryan mengatakan, perseroan membidik pasar Timur Tengah sebagai negara tujuan ekspor baru tahun depan. Perseroan menargetkan kontribusi ekspor terhadap total pendapatan dapat meningkat hingga 3% naik tipis dibandingkan porsi ekspor saat ini sebesar 1-2%.
"Timur Tengah paling memungkinkan bagi kami. Mereka sudah mengetahui banyak produk kami dan sudah menyatakan sangat tertarik.Ini yang buat kami mantap masuk," kata dia.
Bryan menjelaskan, perseroan berencana untuk masuk ke Timur Tengah melalui produk kesehatan, jamu, perawatan tubuh, dan komestik. Bryan menargetkan perseroan sudah bisa mulai mengekspor produk tersebut pada kuartal I – 2016.
Bryan mengatakan, perseroan akan juga akan membidik beberapa negara potensial lainnya yang berada di Asia Tenggara dan Asia Pasifik tahun depan yakni Vietnam, Kamboja, Hong Kong, Jepang, Korea dan Tiongkok.
Pada 2016, Martina Berto membidik pertumbuhan pendapatan double digit atau di atas 10% tahun depan. Perseroan optimistis, proyeksi membaiknya perekonomian Indonesia dapat berdampak positif bagi perseroan dan industri ritel.
"Laba bersih ke depan akan kami kelola lebih baik. Tapi perlu diingat juga, posisi arus kas kami sebenarnya tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu. Kami sangat moderat optimistis. Tahun depan akan jauh lebih baik," ujar Bryan.
Hingga September 2015, perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan 10,24% menjadi Rp 483,34 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 438,43 miliar. Laba bersih sebesar Rp 2,76 miliar atau naik 5,3% dari Rp 2,62 miliar.
Hingga akhir tahun ini, perseroan diperkirakan menyerap belanja modal sebesar Rp 47 miliar. Serapan belanja modal terbesar masih digunakan untuk peremajaan pabrik dan pembelian mesin baru.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




