Serahkan DIPA 2016, Jokowi Perintahkan Segera Gunakan Anggaran

Senin, 14 Desember 2015 | 11:09 WIB
NL
B
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: B1
Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo (Antara/Widodo S Jusuf)

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajaran pimpinan Kementerian/Lembaga, gubernur, walikota, dan bupati secepatnya menggunakan anggaran menyusul diterimanya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2016.

"‎Pelaksanaan berbagai kegiatan dapat segera dimulai. Januari dimulai, jangan sampai terlambat," kata Presiden Jokowi yang didampingi Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), pada penyerahan DIPA Tahun 2016, di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/12).

Dia mengingatkan potensi terjadinya kontraksi ekonomi apabila penggunaan anggaran terlambat dan tidak tepat sasaran. "Kalau mundur akan terjadi kontraksi ekonomi. Penyerapan anggaran tidak menumpuk. Pola lama harus diakhiri‎," kata Jokowi.

Presiden menegaskan anggaran yang akan digunakan harus tepat sasaran dan berdampak positif kepada rakyat. Terkait dengan itu, presiden mengatakan akan memantau pola penyerapan anggaran di setiap K/L dan daerah.

"Saya akan pantau. Ingat, ini uang rakyat," ujar Jokowi.

Berdasarkan hasil kesepakatan pemerintah dan DPR dan pemerintah, volume belanja negara dalam APBN 2016 sebesar Rp 2.095,7 triliun atau meningkat 5,6% dibandingkan volume belanja negara dalam APBNP Tahun 2015.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi menyerahkan DIPA secara simbolis kepada 10 Kementerian/Lembaga penerima anggaran tertinggi.

Ke-10 K/L itu adalah Kementerian PUPR, Kementerian Pertahanan, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, dan Kementerian Keuangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Selanjutnya, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Mahkamah Agung, dan Kementerian Luar Negeri.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon