Dikritik Otoriter, Ruki Tak Peduli
Selasa, 15 Desember 2015 | 14:12 WIB
Jakarta - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Taufiequrrachman Ruki dikritik mantan Komisioner KPK Busyro Muqoddas sebagai pemimpin yang otoriter. Menanggapi kritikan tersebut, Ruki mengaku tak peduli.
"Suka suka beliau (Busyro) lah," kata Ruki dalam pesan singkat kepada wartawan, Selasa (15/12).
Ruki tak peduli dengan kritikan tersebut lantaran tak ingin berpolemik dengan Busyro. Menurutnya, bukan menjadi wataknya untuk mengkritik dan menilai kinerja orang lain. "Bukan watak saya mengkritik kerja orang lain apa lagi menilai nya, nanti malah jadi berpolemik," katanya.
Sebelumnya, dalam sebuah diskusi di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta pada Senin (14/12), Busyro mengkritik sikap Ruki yang dianggap otoriter. Pernyataan keras ini disampaikan Busyro menanggapi tindakan Ruki yang menjatuhkan sanksi kepada 28 pegawai KPK yang mengkritik Ruki.
"Iya, saya kritik ini. Ruki otoriter," katanya.
Menurut Busyro sanksi tersebut menunjukkan Ruki antikritik. Padahal, katanya, kritikan pegawai merupakan sarana untuk membangun KPK.
"Dikritik itu kan biasa saja. Dulu Abraham Samad (Ketua KPK nonaktif) juga didemo, tidak pernah ada sanksi. Kami juga sering dikritik oleh penyidik," kata Busyro.
Diketahui, pada 3 Maret 2015, para pegawai KPK menggelar aksi unjuk rasa. Mereka mengkritik sikap pimpinan KPK yang melimpahkan berkas kasus rekening gendut yang menyeret nama Komjen Budi Gunawan kepada Kejaksaan Agung setelah kalah dalam persidangan praperadilan.
Aksi tersebut berlanjut dengan kiriman bunga misterius bernada sindiran kepada pimpinan KPK. Berdasar pemeriksaan pengawas internal, karangan bunga itu diketahui dikirim oleh para pegawai KPK. Akibatnya, sejumlah pegawai yang terlibat aksi ini mendapat sanksi dirumahkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




