Sejumlah Metro Mini di Jakarta Utara Tetap Beroperasi ‎

Senin, 21 Desember 2015 | 10:32 WIB
CF
YD
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: YUD
Sebuah metro mini sedang mengantri dan menunggu penumpang di Jalan Enggano dan Jalan Yos Sudarso sekitar kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin 12 Desember 2015 pagi.
Sebuah metro mini sedang mengantri dan menunggu penumpang di Jalan Enggano dan Jalan Yos Sudarso sekitar kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin 12 Desember 2015 pagi. (Suara Pembaruan/ Carlos Roy Fajarta)

Jakarta - Sejumlah kendaraan umum Metro Mini nomor 23 Jurusan Tanjung Priok-Cilincing, Senin (21/12) tetap beroperasi seperti hari biasa dan tidak terpengaruh dengan ajakan aksi mogok oleh pengendara Metro Mini se-Jakarta.

‎Para pengemudi tersebut beralasan tetap beroperasi karena kepengurusan Metro Mini 23 tersebut berbeda dengan armada Metro Mini jurusan lainnya yang kebanyakan dimiliki oleh seorang pengusaha besar.

Indra (35), pengemudi Metro Mini Nomor 23 Jurusan Tanjung Priok-‎Cilincing dengan nomor Polisi B-7471-AW, mengatakan dirinya masih beroperasi karena berbeda Metro Mini 23 sistem kepemilikan armadanya masih perseorangan.

"Tapi kita sudah kirim beberapa orang pengemudi untuk mewakili aksi mogok, jadi yang lain masih bisa beroperasi seperti hari biasa," ujar Indra, Senin (21/12) pagi saat sedang ngetem (menunggu penumpang) di Terminal Bus Tanjung Priok.

Ia juga mengaku masih menarik karena dirinya masih ingin mencari nafkah untuk istri dan dua orang anaknya yang masih membutuhkan makan untuk kebutuhan di dapur.

"Mana kita harus setoran ke pemilik Rp 400 ribu sehari, ya jelas kita gak bisa enggak harus tetap narik, mau yang lain demo ya itu urusan mereka sajalah," tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh‎ Sarifudin (38) pengendara Metro Mini dengan nomor polisi B-7559-EH, yang masih menjalankan armadanya meski sebagian besar pengendara metro mini mogok bersama sebagai aksi solidaritas mengecam keputusan Pemprov DKI yang kerap merazia kendaraan Metro Mini.

"Kalau kendaraan kita armadanya selalu dirawat kok mas, jadi buat apa kita ikut-ikutan demo, toh gak ada untungnya buat kita," kata Sarifudin.

Ia menjelaskan armada yang ia gunakan masih laik, hal tersebut dapat dilihat dengan rem yang baru diganti kanvasnya, speedometer berfungsi, lampu utama dan lampu sein yang bisa menyala dengan normal, serta body kendaraan tidak ada yang penyok dan bergelombang.

‎"Tapi ya kita khawatir juga kalau tiba-tiba di tengah jalan kena sweeping sama pengendara supir Metro Mini lainnya, harapan kita ya pemprov jangan me-nyamaratakan semua kendaraan Metro Mini, masih ada kok pemilik armada yang merawat mobilnya," lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Niar (28) warga Kelurahan Tanjung Priok, mendukung aturan Pemprov DKI Jakarta, yang melakukan razia terhadap kendaraan Metro Mini ‎yang tidak laik kondisinya.

"Kalau Metro Mini selama ini identuknya dengan ugal-ugalan, supirnya tidak tertib dalam berkendara lalu lintas, dan armadanya banyak yang tidak layak jalan, jadi ya saya setuju saja dengan kebijakan Pemprov DKI melakukan razia," kata Niar.

Namun demikian perempuan yang hendak bekerja di Kawasan Kelapa Gading itu, meminta Ahok agar ‎juga menyediakan armada kendaraan pengganti Metro Mini yang laik jalan.

"Kalau semuanya di kandangin tapi gak dibuat armada baru ya kasian masyarakatnya jadi susah berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya," tutupnya.

Menurut hasil pengamatan SP di lokasi Terminal Bus Tanjung Priok, ‎masih banyak kendaraan Metro Mini yang masih beroperasi seperti biasa, diantaranya yakni Metro Mini 07 Jurusan Senen-Semper; Metro Mini 24 Jurusan Senen-Tanjung Priok; ‎dan Metro Mini ‎41 Jurusan Tanjung Priok-Pulo Gadung.‎

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon