Tahun Depan, Aksi Begal Bisa Makin Berani dan Sadis

Senin, 21 Desember 2015 | 14:24 WIB
PP
FB
Penulis: Priska Sari Pratiwi | Editor: FMB
Petugas menunjukan barang bukti dan para tersangka pelaku begal di halaman Polres Jakarta Barat, Kamis (5/3).
Petugas menunjukan barang bukti dan para tersangka pelaku begal di halaman Polres Jakarta Barat, Kamis (5/3). (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Khrisna Murti mengatakan aksi begal di tahun 2016 bisa semakin berani dan sadis. Begal bahkan berani melawan petugas kepolisian saat hendak ditangkap.

Polisi baru saja menangkap pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Pelaku bernama Sulaeman alias Leman, akhirnya tewas setelah mendapatkan tembakan dari polisi karena melawan saat ditangkap. Leman rupanya sudah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) selama 1,5 tahun terakhir lantaran sudah beberapa kali melakukan aksi kejahatan.

Leman adalah pelaku curanmor yang tega melukai korbannya hingga tewas di Jalan Bekasi Timur pada April 2014 lalu. "Leman kami tindak di kawasan Tangerang. Dia pernah melakukan curas di Jalan Bekasi Timur 8 April 2014 lalu, yang mengakibatkan korban atas nama Veronica Sriyani meninggal dunia," ujar Khrisna di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (21/12).

Ia melanjutkan, para pelaku kejahatan ini umumnya berasal dari daerah di luar Jakarta. Mereka, kata Khrisna, sengaja datang ke Jakarta untuk mencari uang namun tak memiliki keahlian sehingga melakukan kejahatan. "Mereka ini dari kelompok Palembang, Lampung, Karawang, Serang, yang sengaja direkrut untuk kejahatan. Jakarta ini ibarat kolam ikan, tinggal jaring. Kami prediksi sampai tahun depan akan meningkat bahkan lebih sadis lagi modusnya," pungkasnya.

Dikatakan Khrisna, saat ini pihaknya tengah menyelidiki jaringan pelaku curanmor bersenpi ini. Menurutnya, para pelaku curanmor kebanyakan beroperasi di daerah pinggiran seperti Depok, Tangerang Bekasi. "Daerah yang kumuh dimungkinkan jadi markas karena di sana kontrol sosialnya kurang. Kami akan terus lakukan pengungkapan termasuk merunut dari mana senpi itu diperoleh," jelasnya.

Pelaku juga terlibat perampokan di Jalan Setia Budi, Jakarta Selatan pada 14 Desember 2015 kemarin. Saat itu, pelaku membegal seorang wanita, Yusniah, dengan berbekal senjata api (senpi). Khrisna menegaskan, modus para pelaku saat ini adalah dengan mempersenjatai diri menggunakan senpi dan senjata tajam (sajam). Para pelaku kejahatan ini, menurutnya, tak segan membuang tembakan pada calon korban.

"Leman terpaksa kami tembak di bagian kaki dan dada kiri karena melawan dan berusaha merampas senpi milik petugas. Niatnya untuk melumpuhkan, tapi ternyata tidak bisa terselamatkan," tuturnya.

Dikatakan Khrisna, saat ini pihaknya tengah menyelidiki jaringan pelaku curanmor bersenpi ini. Menurutnya, para pelaku curanmor kebanyakan beroperasi di daerah pinggiran seperti Depok, Tangerang Bekasi. "Daerah yang kumuh dimungkinkan jadi markas karena di sana kontrol sosialnya kurang. Kami akan terus lakukan pengungkapan termasuk merunut dari mana senpi itu diperoleh," jelasnya.

Ia pun mengimbau pada masyarakat agar jangan melawan jika bertemu pelaku kejahatan terutama yang memiliki senpi. Khrisna meminta agar masyarakat segera melapor ke polisi jika menemui aksi kriminal. "Jangankan pada korban, pada polisi pun pelaku juga nekat melakukan perlawanan," tuturnya. Seperti yang terjadi pada seorang anggota Polda Metro Jaya yang mesti dirawat di rumah sakit usai ditembak oleh kelompok penjahat di Palembang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon