Eagle High Raih Pinjaman US$ 141 Juta

Rabu, 23 Desember 2015 | 17:24 WIB
MF
FB
Penulis: Muhammad Rausyan Fikry | Editor: FMB
BW Plantation
BW Plantation (Istimewa)

Jakarta – PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT) meraih pinjaman sebesar US$ 141 juta dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Perseroan meraih pinjaman itu melalui anak usahanya, PT Suryabumi Tunggal Perkasa, PT Pesonalintas Surasejati, PT Karyapratama Agrisejahtera dan PT Singaland Asetma.

Sekretaris Perusahaan Eagle High Plantation Rudy Suhendra menjelaskan bahwa penandatanganan fasilitas pinjaman dilakukan pada 22 Desember 2015. "Pinjaman itu untuk menunjang kegiatan usaha entitas anak perseroan," jelas Rudy dalam keterangan resminya, Rabu (23/12).

Sebelumnya dikabarkan, perusahaan sawit terbesar Malaysia, Grup Felda memastikan tetap akan mengakusisi 37% saham Eagle High. Kini, Felda Investment Corp bakal mengambil alih sebagian besar saham tersebut, sementara porsi Felda Global Ventures akan menyusut menjadi kurang dari 10%.

Managing Director Rajawali Corpora Darjoto Setiawan mengatakan, saat ini Grup Felda dan Rajawali secara aktif terus melakukan negosasi. Kedua belah pihak masih memiliki kerjasama yang baik, dan meyakini kesepakatan akan terjadi secepatnya. Namun, dia belum dapat memastikan apakah kesepakatan bisa terealisasi pada Desember ini.

"Kita harapkan sesegera mungkin, tapi harus diingat ada libur natal dan tahun baru," jelas dia.

Terkait nilai akuisisi, kata Darjoto, Grup Felda dan Rajawali tengah melakukan finalisasi. Sehingga, dia belum dapat memastikan nilai transaksi ini masih di kisaran US$ 680 juta.

Adapun, Felda Investment yang turut serta dalam akuisisi diklaim murni strategi Grup Felda. Darjoto pun menampik kabar yang menyebutkan, Keluarga Kuok asal Malaysia, yang juga pemilik Wilmar International akan membantu Felda mengakuisisi Eagle High. "Soal Wilmar itu saya tidak pernah dengar," terang dia.

Felda Investment merupakan unit usaha Grup Felda yang diberdiri sejak 1956. Perseroan bertanggung jawab mengelola aset Felda di sektor properti serta investasi startegis lainnya. Felda investment pernah melakukan kesepakatan strategis pada Iric Corp Bhd, Encorp Bhd, dan Barakah Offshore Petroleum Bhd.

November lalu, FGV telah mengumumkan secara resmi untuk meninjau kesepakatan akuisisi Eagle High senilai US$ 680 juta. Semula, Felda harus membayar akuisisi tersebut secara tunai dan sebagian dalam bentuk saham.

Sebelum mengakhiri perjanjian yang berlaku hingga 30 November 2015, Rajawali dan Felda Global telah memperpanjang perjanjian sebanyak dua kali. Perseroan pernah menargetkan akuisisi rampung pada pertengahan Agustus. Lalu, target penyelesaian transaksi diperpanjang menjadi 31 Oktober, dan kemudian diundur menjadi 30 November.

Aksi ini dievaluasi lantaran faktor harga sawit minyak mentah (crude plam oil/CPO) yang rendah, dan pelemahan nilai tukar ringgit. Pihak FGV sebelumnya mengatakan, kesepakatan itu akan memberikan perseroan akses terhadap 425.000 hektar (ha) lahan sawit di Indonesia. Nilai tersebut hampir sebesar dua pertiga dari total lahan yang ada di Kalimantan

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon