Scanning E-KTP SBY Lambat Sebab Petugas Grogi
Jumat, 24 Februari 2012 | 18:17 WIB
Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan tidak ada masalah dengan proses pembuatan e-KTP Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Ani Yudhoyono.
Namun prosesnya agak sedikit lambat, sambung dia, sebab petugas yang mengerjakan grogi berhadapan dengan RI-1.
"Waktu Pak Wakil Presiden Boediono juga agak lambat, sebab gugup operatornya," tutur Gamawan seusai mendampingi Presiden Yudhoyono membuat e-KTP di kediamannya di Cikeas, Bogor, Jumat (24/2).
"Buktinya tadi waktu Mbak Aliya (Rajasa) dan Pak Djoko (Suyanto) sudah cepat, tiga menit saja."
Menurut Gamawan, idealnya membuat e-KTP memang hanya sekitar 3 menit saja. Saat itu, pendataan sidik jari Presiden Yudhoyono dan Ani Yudhoyono lewat mesin scanner harus diulang.
"Lambat karena gugup. Sebetulnya diratakan saja tidak usah ditekan (jari pada scanner)," tutur Gamawan.
Menurut Gamawan proses yang paling ideal memang tiga menit, sebab proses pengambilan data harus dilakukan dengan cepat mengingat waktu deadline yang mendesak yakni Desember 2012.
Kali ini petugas dari pemerintah daerah dan Kemendagri sampai harus menyambangi kediaman Presiden. Proses pembuatan e-KTP sepatutnya dilakukan di Kantor Kelurahan atau Kecamatan sesuai domisili warga setempat.
Saat ini Kementerian Dalam Negeri masih harus mengerjakan 125 juta e-KTP lagi untuk seluruh penduduk yang sudah terdaftar di Kementerian Dalam Negeri.
Namun prosesnya agak sedikit lambat, sambung dia, sebab petugas yang mengerjakan grogi berhadapan dengan RI-1.
"Waktu Pak Wakil Presiden Boediono juga agak lambat, sebab gugup operatornya," tutur Gamawan seusai mendampingi Presiden Yudhoyono membuat e-KTP di kediamannya di Cikeas, Bogor, Jumat (24/2).
"Buktinya tadi waktu Mbak Aliya (Rajasa) dan Pak Djoko (Suyanto) sudah cepat, tiga menit saja."
Menurut Gamawan, idealnya membuat e-KTP memang hanya sekitar 3 menit saja. Saat itu, pendataan sidik jari Presiden Yudhoyono dan Ani Yudhoyono lewat mesin scanner harus diulang.
"Lambat karena gugup. Sebetulnya diratakan saja tidak usah ditekan (jari pada scanner)," tutur Gamawan.
Menurut Gamawan proses yang paling ideal memang tiga menit, sebab proses pengambilan data harus dilakukan dengan cepat mengingat waktu deadline yang mendesak yakni Desember 2012.
Kali ini petugas dari pemerintah daerah dan Kemendagri sampai harus menyambangi kediaman Presiden. Proses pembuatan e-KTP sepatutnya dilakukan di Kantor Kelurahan atau Kecamatan sesuai domisili warga setempat.
Saat ini Kementerian Dalam Negeri masih harus mengerjakan 125 juta e-KTP lagi untuk seluruh penduduk yang sudah terdaftar di Kementerian Dalam Negeri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




