Ruki Mengaku Belum Puas dengan Pemberantasan Korupsi di Indonesia

Selasa, 29 Desember 2015 | 09:01 WIB
FS
FB
Penulis: Fana F Suparman | Editor: FMB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrachman Ruki (tengah) bersama pengunjuk rasa yang tergabung dalam LSM Anti Mafia Hukum saat aksi damai di depan gedung KPK, Jakarta, 12 Oktober 2015
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiequrachman Ruki (tengah) bersama pengunjuk rasa yang tergabung dalam LSM Anti Mafia Hukum saat aksi damai di depan gedung KPK, Jakarta, 12 Oktober 2015 (Antara/Yudhi Mahatma)

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini tepat berusia 12 tahun. Peringatan berdirinya KPK tahun ini ditandai dengan peresmian gedung baru yang berada tak jauh dari gedung yang lama.

Dengan usianya saat ini, KPK merupakan lembaga antikorupsi di Indonesia yang paling lama bertahan dibanding dengan instansi sebelumnya. Puluhan hingga ratusan koruptor pun telah diseret KPK ke balik jeruji besi. Dari ratusan koruptor tersebut terdapat sejumlah pejabat setingkat kepala dinas sebuah kabupaten hingga penyelenggara negara setingkat menteri dan pentolan partai politik. Tak hanya itu, KPK pun telah menjadi lembaga paling dipercaya masyarakat Indonesia saat ini.

Sederet prestasi mentereng KPK itu tak membuat mantan Ketua KPK Jilid I, Taufiequrrachman Ruki merasa puas dengan pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini. Hal itu disampaikan Ruki saat tiba di lokasi gedung baru KPK bersama Ketua KPK Jilid III, Abraham Samad di Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Selasa (29/12).

"Jujur kami sebagai pimpinan yang ada di dalam belum terlalu puas dengan upaya pemberantasan korupsi. Sangat tidak puas," ungkapnya.

Untuk itu, Ruki yang sempat menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KPK saat dua pimpinan KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto dinonaktifkan berharap keseriusan pemerintah dalam pemberantasan korupsi tidak hanya ditunjukan dengan pembangunan gedung baru untuk KPK. Ruki menyatakan, harus ada aksi nyata dari pemerintah dan Pimpinan KPK Jilid IV untuk memperbaiki pelayanan publik dan menciptakan sistem yang bersih.

"Kita lihat juga keseriusan dari KPK sendiri dan keseriusan pemerintah. Mudah-mudahan tidak ditunjukkan dari pembuatan gedung saja tetapi dalam bentuk aksi nyata, terutama perbaikan pelayan publik, perbaikan sistem dan menciptakan sistem yang bersih. Itu yang saya inginkan dalam 12 tahun ini," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon