Tokoh Radikal Aceh, Din Minimi, Serahkan Diri ke Kepala BIN

Selasa, 29 Desember 2015 | 16:06 WIB
MH
JM
Penulis: Muhammad Hamzah | Editor: JEM
Sutiyoso
Sutiyoso (Antara)

Banda Aceh -  Nurdin bin Ismail atau lebih dikenal dengan sebutan Din Minimi yang dalam setahun terakhir angkat senjata memprotes pemerintahan Aceh, akhirnya menyerahkan diri bersama 30 anggotanya di sebuah kawasan pedalaman hutan di Aceh Timur. Din Minimi menyerahkan diri kepada Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Letnan Jenderal (Purn) Sutiyoso.

Sutiyoso sendiri yang datang ke Aceh Timur menjemput dan membawa pulang Din Minimi ke rumah ibu Din Minimi di kawasan Julok, Aceh Timur, Senin (28/12) malam. Sutiyoso juga menginap di rumah tersebut.

Kepala BIN Sutiyoso kepada wartawan di Hotel Lido Graha Lhokseumawe, Selasa (29/12) petang, menyebutkan, sebelum menjemput Din Minimi bersama anggotanya yang rata-rata mantan kombatan GAM, dirinya telah ada komunikasi dengan Din Minimi sekitar dua bulan lalu.

"Saya ke sini setelah Din Minimi mau menemui saya," ujarnya.

Dalam berhubungan dengan orang paling dicari aparat keamanan di Aceh itu, Sutiyoso melibatkan Juha Christensen.

"Saya masuk melalui saudara Juha yang selama ini punya akses ke banyak mantan kombatan GAM," jelasnya.

Perihal keinginan untuk kembali ke pangkuan ibu pertiwi dan menyerahkan diri secara baik-baik itu, juga ikut difasilitasi oleh Juha Cristensen yang selama ini juga terlibat dalam proses perdamaian Aceh.

Niat baik Din Minimi itu disikapi dengan cara datang menjemput yang bersangkutan di hutan kawasan perdalaman Aceh Timur. Setelah bertemu dengan Din Minimi dan angotanya, Sutiyoso pulang ke rumah Din Minimi dan ikut bermalam di rumah ibu Din Minimi di Desa Ladang Baro, Aceh Timur.

Sutiyoso mengaku ya sebelum berangkat ke Aceh telah melapor kepada Presiden dan Menteri Hukum dan HAM dan setelah ada izin Presiden Joko Widodo, Sutiyoso datang ke Aceh menjemput pemberontak Aceh jilid kedua ini pascaperdamain Aceh tersebut.

Sutiyoso menyebutkan, untuk sampai ke lokasi persembunyiaan Din Minimi ia harus menempuh perjalanan hingga empat jam lamanya.

Ia menambahkan, Din Minimi bersama 30 anggota yang menyerahkan diri bersama 16 pucuk senjata secara baik-baik kepada BIN akan diberikan amnesti serta dijamin keamanan mereka.

Sutiyoso juga berencana mengundang mantan pemberontak Aceh ini untuk dijamu makan bersama di Jakarta dalam waktu dekat.

Din Minimi juga menyerahkan 16 pucuk senjata terdiri dari 13 senjata AK 47, dua pucuk jenis AK Pindat dan satu pucuk pistol, semua telah diamankan pihak BIN.

Din Minimi selama ini dikenal sebagai kelompok kriminal bersenjata. Ia dituding berada di balik penembakan dan pembunuhan dua anggota intel Kodim Aceh Utara pada Maret 2015 lalu. Namun, aksi ini dibantah keras oleh Din Minimi.

Polisi gencar mencari Din Minimi dalam setahun terakhir ini. Setidaknya polisi mengklaim telah menangkap sejumlah anggota Din Minimi dan menyita belasan pucuk senjata api.

Kepala Desa Gampong Ladang Baro, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Yusri menyebutkan di desanya sejak tadi malam memang ramai anggota BIN bersamaan telah pulangnya Din Minimi bersama pengikutnya ke kampung.

Terkait senjata api Din Minimi dan anggotanya, Yusri mengaku bahwa semua senjata api milik Din Minimi telah diserahkan kepada anggota BIN.
"Din Minimi dan anggotanya tidak ada lagi senjata, semua senjatanya sudah diserahkan kepada pihak BIN," sebutnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon