PT Liga Siap Implementasikan Terobosan Baru
Rabu, 30 Desember 2015 | 07:39 WIB
Jakarta - Musim kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2016 memang belum ditetapkan tanggal pastinya. Namun, bukan berarti tidak ada perencanaan yang matang dalam menyambutnya. Bahkan, pekan di pengujung tahun 2015 ini sudah memasuki fase akhir dari perencanaan.
Dalam pertemuan dengan klub ISL pada Agustus 2015 lalu, Direksi PT Liga Indonesia sempat mempresentasikan Betha Project sebagai salah satu terobosan baru dari PT Liga Indonesia. Di dalamnya terdapat beberapa aspek yang akan dilakukan Liga, seperti zero tolerance, transparan, modernisasi, club quality, club financial (business) healthy, event management dan lain-lain.
"Beberapa hal dalam Betha Project yang juga sempat menghangat menjadi perbincangan adalah terkait rencana penerapan salary cap atau budgeting cap hingga konsep penjadwalan satu kali kandang dan satu kali tandang, bertanding tiap pekan. Kami terus melakukan pengkajian yang mendalam terkait hal ini," kata Corporate Secretary PT Liga Indonesia Tigorshalom Boboy, di Jakarta, Selasa (29/12).
Selain itu, pada musim 2016 ini juga akan mulai diberlakukan Liga Indonesia Administration System (LIAS) secara lebih menyeluruh. Sebenarnya, Liga telah memiliki sistem berbasis IT dalam kompetisi-kompetisi sebelumnya. Namun, penerapannya belum secara menyeluruh.
"Mulai musim depan, dari mulai pendaftaran pemain dan proses administrasi lainnya akan dilakukan secara online. Begitupula dengan laporan pertandingan, pengawas pertandingan harus bisa dengan cepat melaporkannya via sistem IT yang kita bangun, sehingga secara real time data langsung terintegrasi dengan database kita," papar Tigorshalom.
Kendati LIAS sudah dioperasikan secara internal sejak beberapa musim yang lalu, Liga melakukan penyempurnaan sistem sejak Agustus lalu, sehingga klub, pengawas pertandingan dan pihak terkait yang terlibat bisa mengoperasikannya seusai kepentingan masing-masing.
Proses verifikasi infrastruktur pun akan dilakukan lebih ketat dengan standar yang ditingkatkan. Tak hanya secara fisik, namun juga packaging stadion dan fasilitas pendukung lainnya yang lebih baik, sehingga meningkatkan image kompetisi. Tentunya, perangkat pendukung lainnya, seperti kualitas SDM penyelenggara pertandingan, klub juga harus ditingkatkan, dengan disiapkan manual and guideline yang lebih aplikatif.
Beberapa terobosan yang dilakukan tersebut memang harus dilakukan untuk mewujudkan kompetisi yang lebih baik dari sisi penyelenggaraan, dan tidak boleh berhenti sebagai wacana saja. Langkah ini tak lepas pula dari evaluasi yang dilakukan di masa reses kompetisi yang panjang, sehingga memacu manajemen PT Liga Indonesia untuk berani berinovasi dan melakukan terobosan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




