Banjir Lahar Dingin Landa Tujuh Sungai Merapi
Minggu, 26 Februari 2012 | 10:18 WIB
Satu rumah roboh dan sepuluh lainnya rusak ringan
Hujan deras yang turun Sabtu (25/02) mengakibatkan banjir lahar dingin di tujuh sungai yang berhulu di puncak Gunung Merapi, Jawa Tengah.
Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data dan Informasi Humas Badan Nasional Penanggulang Bencana mengatakan, tujuh sungai yang mengalami banjir lahar dingin adalah Kali Pabelan, Blongkeng, Putih, Batang, Lamat, Krasak, dan Bebeng.
Akibatnya bronjong sepanjang 70 meter di timur Dusun Nabin, Desa Gulon, Kec Salam dan di Dusun Surodadi, Kec Sawangan hanyut.
Selain itu hujan deras di lereng Merapi tersebut mengakibatkan satu rumah roboh di Desa Ngargosoko. Sementara itu, 10 rumah rusak ringan di dusun Krajan.
Sistem peringatan dini lahar dingin yang dipasang BNPB dan BPPTK Badan Geologi berfungsi dengan baik sehingga masyarakat dapat melakukan evakuasi lebih awal sebelum terkena lahar dingin.
Aparat pemerintah hingga tingkat desa memperoleh peringatan dini melalui radio komunikasi dan menyampaikan ke masyarakat.
Hingga saat ini aparat BPBD, SAR, TNI, relawan dan masyarakat masih berada di lokasi.
Hujan deras yang turun Sabtu (25/02) mengakibatkan banjir lahar dingin di tujuh sungai yang berhulu di puncak Gunung Merapi, Jawa Tengah.
Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data dan Informasi Humas Badan Nasional Penanggulang Bencana mengatakan, tujuh sungai yang mengalami banjir lahar dingin adalah Kali Pabelan, Blongkeng, Putih, Batang, Lamat, Krasak, dan Bebeng.
Akibatnya bronjong sepanjang 70 meter di timur Dusun Nabin, Desa Gulon, Kec Salam dan di Dusun Surodadi, Kec Sawangan hanyut.
Selain itu hujan deras di lereng Merapi tersebut mengakibatkan satu rumah roboh di Desa Ngargosoko. Sementara itu, 10 rumah rusak ringan di dusun Krajan.
Sistem peringatan dini lahar dingin yang dipasang BNPB dan BPPTK Badan Geologi berfungsi dengan baik sehingga masyarakat dapat melakukan evakuasi lebih awal sebelum terkena lahar dingin.
Aparat pemerintah hingga tingkat desa memperoleh peringatan dini melalui radio komunikasi dan menyampaikan ke masyarakat.
Hingga saat ini aparat BPBD, SAR, TNI, relawan dan masyarakat masih berada di lokasi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




