Perombakan Kabinet Jilid II Dinilai Mendesak
Selasa, 5 Januari 2016 | 20:29 WIB
Jakarta – Direktur Populi Center, Nico Harjanto, menilai ada kebutuhan mendesak untuk melakukan perombakan kabinet (reshuffle) jilid II. Nico menilai ada tiga alasan pentingnya perombakan kabinet.
"Pertama, dalam rangka memperbaiki kinerja kabinet sehingga para menteri yang kerja lambat, tidak mencapai target-target prioritas di kementeriannya dan serapan anggarannya rendah layak diganti," ujar Nico saat dihubungi, Salasa (5/1).
Kedua, kata Nico, reshuffle kabinet dilakukan untuk menjaga soliditas para menteri. Dia menilai menteri-menteri yang sering membuat gaduh yang menghambat komunikasi dan kerja sama antara kementerian perlu dievaluasi secara serius.
"Ketiga, perombakan ini perlu dilakukan dalam rangka memperkuat posisi dan dukungan pemerintah di parlemen. Pemerintah tentunya perlu mendapatkan dukungan politik yang kuat di DPR sehingga program-programnya bisa berjalan baik dan memperoleh dukuang politik yang kuat di parlemen," jelas dia.
Lebih lanjut, Nico memprediksi, perombakan kabinet jilid II ini akan dilakukan pada bulan Februari mendatang. Menurutnya, momentumnya bukan sekarang karena Presiden kemungkinan masih mengevaluasi kinerja para menteri dalam satu tahun masa pemerintahannya.
"Saya pikir momentum yang tepat melakukan reshuffle kabinet bukan sekarang, tetapi bulan depan. Presiden tentunya membutuhkan waktu untuk melakukan penilaian-penilaian obyektif terhadap para menteri sehingga bisa melakukan perombakan kabinet," tegas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




