Pascaeksekusi al-Nimr, PM Inggris Tunda Kunjungan ke Saudi

Rabu, 6 Januari 2016 | 00:35 WIB
FW
B
Penulis: Fajar Widhiyanto | Editor: B1
Perdana Menteri Inggris, David Cameron
Perdana Menteri Inggris, David Cameron (twitter)

Perdana Menteri Inggris David Cameron dilaporkan menunda kunjungannya ke Arab Saudi yang telah direncanakan sebelumnya.

Sejumlah kalangan menduga bahwa kunjungan ini terkait dengan langkah pemerintah Arab Saudi yang tetap mengeksekusi 47 aktivis anti pemerintah, yang salah satunya adalah ulama kharismatik Syiah, Syeikh Nimr al-Nimr.

Namun dugaan ini dibantah oleh kantor Downing Street 10, bahwa penundaan kunjungan tak ada kaitannya dengan langkah hukuman mati oleh negara Teluk tersebut.

Rencananya David Cameron akan berada di Riyadh untuk perjalanan ke sejumlah negara-negara Teluk dalam beberapa pekan ke depan. Namun kemungkinan perjalanan tersebut harus ditunda hingga sedikitnya dua bulan ke depan.

Sebelumnya Cameron sempat menerima kritik pedas atas responsnya terhadap langkah eksekusi atas 47 orang aktivis anti pemerintah Arab Saudi pada akhir pekan lalu.

Ia baru mengeluarkan pernyataan pada hari Senin 4 Januari 2016, dengan mengulang pernyataan dalam sebuah pers rilis dimana ia mengatakan menentang penggunaan hukuman mati dalam situasi apapun.

Seorang pejabat senior pemerintah kepada The Times mengatakan bahwa penundaan kunjungan Cameron ke Riyadh tak ada hubungannya dengan eksekusi yang salah satunya adalah ulama besar Syiah Sheikh Nimr al-Nimr. Langkah eksekusi ini memang telah memperuncing hubungan antara Iran dan sejumlah negara di Timur Tengah.

Pejabat senior tersebut menjelaskan, penundaan dilakukan karena Cameron tengah dalam upaya renegosiasi keanggotaan Inggris di Uni Eropa, yang diharapkan bisa dituntaskan dalam waktu dekat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon