Pembangunan JMP Maluku Diminta Dievaluasi
Rabu, 6 Januari 2016 | 11:16 WIBAmbon - Bergesernya bangunan konstruksi baja pada Jembatan Merah Putih (JMP) yang sedang dalam proses pengerjaan di Kota Ambon Maluku, harus diselidiki secara mendalam, untuk memastikan apakah jembatan tersebut sudah memenuhi standar yang ditetapkan atau tidak.
"Satuan Kerja (Satker) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Maluku dan Maluku Utara (Malut) harus mengevaluasi masalah ini, dan kontraktor yang mengerjakan proyek JMP harus dimintai penjelasan," kata Anggota Komisi C DPRD Maluku Habiba Pelu kepada SP, Rabu (6/1) di Ambon.
Jembatan yang dibangun dengan sistem cable stayed ini, menghubungkan Poka dan Galala di kawasan Teluk Ambon. Jembatan ini dibangun sejak 17 Juli 2011 dengan biaya sekitar Rp 772,9 miliar, direncanakan selesai Februari 2016.
Jembatan ini diharapkan dapat mempersingkat jarak dan waktu tempuh dari Kota Ambon menuju Bandara Pattimura yang berjarak sekitar 35 kilometer dan sebaliknya, sehingga membantu efesiensi dan efektivitas kegiatan masyarakat dan pemerintah setempat.
Menurut Habiba Pelu, Komisi C DPRD Maluku, akan memanggil pimpinan BPJN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, untuk meminta penjelasan mengenai hal ini karena jangan sampai membahayakan masyarakat ketika jembatan itu dioperasikan.
Sebelumnya, Wakil Ketua Bidang Pranata Organisasi DPP Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Maluku Decky Soumokil juga mendesak untuk dilakukan evaluasi terhadap pembangunan JMP, menyusul bergesernya kontruksi jembatan pascagempa.
"Evaluasi menyangkut perhitungan struktur bajanya. Hal ini sangat diperlukan karena struktur baja pada jembatan yang memiliki standar tinggi," kata Decky Soumokil.
Menurutnya, Inkindo selama ini tak pernah dilibatkan dalam proses pembangunan bahkan tak mengikuti perkembangan JMP, namun Inkindo bersedia apabila ada evaluasi terhadap perhitungan struktur baja JMP.
"Kita semua tentu menginginkan struktur JMP benar-benar memenuhi syarat tahan gempa, mengingat Maluku memang merupakan daerah gempa," katanya.
Jembatan Merah Putih sepanjang 1.140 meter ini, sudah sangat ditunggu-tunggu masyarakat Ambon. Gubernur Maluku Said Assagaf mengatakan keberadaan jembatan sangat berpengaruh pada aktivitas perekonomian di Maluku. [156]
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




