MEA Pengaruhi Sektor Properti

Rabu, 6 Januari 2016 | 20:43 WIB
IM
B
Penulis: Imam Muzakir | Editor: B1
Tawaran apartemen tipe studio juga datang dari kota-kota lain di negara berkembang
Tawaran apartemen tipe studio juga datang dari kota-kota lain di negara berkembang (ist/ist)

Jakarta-Diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2016 memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia termasuk berdampak positif pada sektor properti. Karena itu, perlu ada regulasi yang tepat bagi warga negara asing (WNA) dalam memiliki properti di Indonesia.

"MEA ini bisa mempengaruhi sektor properti di Indonesia, namun harus diikuti dengan peraturan foreign ownership yang saat ini belum berjalan," kata Associate Director Colliers International Ferry Salanto, dalam acara Jakarta Property Market Report, di Jakarta, Rabu (6/1).

Menurut dia, dampak dari MEA bakal mendorong banyaknya pekerja asing yang bekerja di Indonesia. Dengan begitu, potensi kebutuhan tempat tinggal akan bertambah.

"Salah satu yang menjadi pilihan adalah apartemen atau rumah sewa," kata dia.

Dia menjelaskan, ada sejumlah kebijakan pemerintah yang dapat mendorong properti, terutama sektor hunian. Dia mencontohkan, upaya pemerintah merevisi kebijakan Kementerian Tenaga Kerja untuk meningkatkan investasi orang asing di Indonesia dan kemudahan asing masuk ke Indonesia.

Di sisi lain, kata Ferry, bila pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini bisa mencapai 5,5%, sektor properti dapat tumbuh cepat sampai akhir 2016. Namun, bila pertumbuhan ekonomi atau pendapatan domestik bruto (PDB) masih di bawah 5% kenaikkan properti baru terasa pada awal 2017.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon