Kisah Tragis Pembunuhan Gadis Cilik Engeline Diangkat ke Layar Lebar

Kamis, 7 Januari 2016 | 20:22 WIB
CF
IC
Penulis: Chairul Fikri | Editor: CAH
Engeline
Engeline (Beritasatu.com)

Jakarta - Mungkin masyarakat masih mengingat kisah tragis pembunuhan gadis kecil Engeline yang dibunuh secara tragis di Denpasar Bali pada pertengahan tahun 2015 lalu. Kasusnya hingga kini masih terus disidangkan di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali dengan menyeret tersangka ibunda tiri Engeline, Margareith CH Magawe dan mantan pembantu di keluarga Engeline, Agustinus Tai Hamdamai.

Dan untuk mengingat kisah tragis gadis belia yang harus meregang nyawa akibat kekejaman ibu tirinya itu, sebuah rumah produksi bernama PT Citra Visual Cinema pun mengangkat cerita Engeline ke dalam film layar lebar yang diberi judul "Untuk Angeline".

"Kami mengangkat kisah Engeline ke film layar lebar untuk mengenang kisah tragis yang dialaminya semasa hidup. Dia selalu mendapat siksaan dan tekanan dari orangtua angkatnya. Alur cerita film ini benar-benar seperti true story-nya Engeline. Kami tidak menambahkan cerita tertentu di film itu," ungkap Lelelaila selaku penulis skenario film Engeline tersebut dalam  jumpa pers film tersebut di Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Kamis (7/1).

Diakui Lelelaila, proses penggarapan film yang berkisah tentang perjuangan hidup Engeline tersebut kini tengah pada tahap pra-produksi, pelatihan akting para pemeran dan talent. Sedangkan untuk proses syutingnya, direncanakan akan dimulai awal Februari 2016 mendatang.

"Kami casting pemain, sudah buat treasure, soundtrack, casting penyanyi untuk soundtrack. Dan sekarang sedang coaching pelatihan akting untuk para pemeran. Dan mulai produksi untuk shooting Februari 2015. Dan kami sendiri tidak memperoleh kesulitan saat mengajak para pemerannya untuk ikut main di film ini karena mereka ternyata ikut sedih dengan kisah yang dialami Engeline semasa hidupnya," tuturnya.

Meski akan berkisah tentang kisah hidup Engeline, namun pihak rumah produksi PT Citra Visual Cinema akan mengubah beberapa nama pemerannya agar tidak menyalahi prosedur dan aturan hukum yang berlaku. Ini lantaran kasusnya itu masih disidangkan di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali.

"Kenapa nama lainnya sangat diubah, karena saya menghargai proses hukum. Nama-nama masih dilindungi sama hukum karena saat ini masih proses hukum Margriet sama Agus. Angeline juga nama aslinya kan pake E bukan A. Ini jelas yang kita lakukan bukan kasih tahu tersangkanya. Tapi cerita dari sudut pandang ibu kandung dan Angeline sebagai tokoh," tutupnya.

Film produksi PT Citra Visual Sinema ini melibatkan sejumlah artis seperti Kinaryosih (Hamidah), Teuku Rifnu Wikana (Santo), Naomi Ivo (Angeline), dan Roweina Umboh (Terry alias Margriet). Selain itu beberapa pemeran pendukung seperti artis senior Paramitha Rusady, Dewi Hughes, Ratna Riantiarno dan Emma Waroka juga akan ikut bermain dalam film tersebut. Direncanakan film tersebut akan mulai dirilis pada April 2016 mendatang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon