Bali Perlu Bangkitkan Kuliner Khasnya
Kamis, 7 Januari 2016 | 21:23 WIB
Jakarta - Pakar kuliner Bondan Winarno mengatakan, Bali suah waktunya membangkitkan kuliner khasnya. Sebab, kuliner pulau Dewata tersebut kalah pamor dibandingkan dengan alam dan budayanya yang telah mendunia.
Padahal, kuliner Bali tak kalah lezat, eksotis, dan sangat kompleks, sehingga sangat layak untuk menjadi ikon dan diperkenalkan kepada wisatawan, baik dalam negeri maupun mancanegara.
Menurut Bondan, saat ini, kuliner Bali masih sangat ketinggalan. Hal tersebut terjadi diperkirakan karena Bali terlalu puas telah menjadi salah satu tujuan wisata utama dan hanya fokus pada budaya dan alamnya saja.
Masyarakat Bali pun tidak mempromosikan kulinernya dengan baik dan kurang tersentuh. "Saya sangat berharap, Bali bisa menyentuh kulinernya, jangan hanya alam dan tradisinya. Bahkan, ada beberapa kuliner Bali yang hilang," ungkap Bondan, di sela pembukaan Eat and Eat cabang ke-13 di Jakarta, Kamis (7/1).
Pemerintah Provinsi Bali pun dapat ikut berperan dalam membangkitkan kuliner di daerahnya. Salah satunya dengan menghadirkan pusat makanan Bali, sehingga wisatawan yang datang bisa lebih mengenal kuliner wilayah tersebut.
Hal itu perlu dilakukan karena banyaknya pemahaman yang salah terhadap kuliner Bali. Salah satunya, orang luar Bali takut mencobanya karena tidak halal. Padahal, banyyak kuliner Bali yang halal dan maknyus.
Salah satu kuliner Bali yang wajib dicoba adalah sate lilit dari ikan yang dipadankan dengan sop ikan. Ada juga ikan bakar khas Bali karena bumbu seafood-nya berbeda dan sangat enak, sehingga wajib untuk dicoba.
Ia pun berharap, Bali bisa mencari ikon kuliner wilayahnya, sehingga bisa semakin dikenal tidak hanya di Indonesia, tapi juga mancanegara. Ia menyarankan kuliner yang patut menjadi ikon adalah ayam atau bebek betutu.
Namun, sebaiknya betutu yang diangkat adalah khas Gianyar dan Karang Asem. Sebab, bumbunya sangat kompleks dan jauh lebih enak. "Hal tersebut seperti yang dilakukan Thailand. Kulinernya maju karena pemerintahnya melakukan pencitraan dan penceritaan. Tanpa itu, mereka tidak akan maju," tutup dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




