Partai Demokrat Jadikan Kontrol Senjata Isu Kampanye

Jumat, 8 Januari 2016 | 14:35 WIB
BW
WP
Barack Obama
Barack Obama (AFP/Brendan Smialowski)

Washington - Para calon presiden (capres) dari Partai Demokrat menjadikan kontrol senjata sebagai isu kampanye mereka setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menyatakan akan melangkahi Kongres untuk mendesak pemeriksaan latar belakang kepemilikan senjata. Capres terkuat Demokrat, Hillary Clinton, berterima kasih kepada Obama untuk langkah pentingnya dan menyatakan presiden berikutnya harus membangun kemajuan itu, bukan malah mencabutnya begitu saja.

Saingan Clinton, Bernie Sanders senator dari kawasan pedesaan Vermont dengan rekor kontrol senjata yang beragam, menyatakan berada di pihak Obama karena kemarahan moral akibat begitu banyak penembakan massal beberapa tahun terakhir.

"Sebagian besar warga Amerika, termasuk para pemilik senjata yang bertanggung jawab dengan kematian orang tak berdosa, sepakat dengan reformasi akal sehat yang diumumkan hari ini. Sebagai presiden, saya akan melanjutkan perintah eksekutif," kata Sanders saat merespons pidato emosional Obama terkait kontrol senjata, Kamis (7/1) waktu setempat.

Selama lebih dari dua dekade, politisi Demokrat merasa ketakutan berkampanye secara agresif tentang kontrol kepemilikan senjata. Alasannya, para pemilih menolak pembatasan senjata dan meningkatnya kekuatan politik Asosiasi Nasional Senapan sebagai faktor yang membuat Demokrat kehilangan mayoritas Kongres tahun 1994 dan Gedung Putih tahun 2000. Ambisi mengejar aturan bersenjata tidak cocok dengan upaya Demokrat memenangkan kembali para pemilih tengah di daerah pedesaan AS.

Namun dalam situasi dinamis, tahun ini mungkin berbeda. Penulis lima buku tentang kebijakan senjata dan ketua jurusan ilmu politik dari Universitas Negeri New York di Cortland, Robert J Spitzer, mengatakan kontrol senjata kini menjadi isu selama dua putaran pemilihan presiden.

"Ada perasaan bahwa isu senjata masih membingungkan, tapi masih menjadi isu yang baik untuk menggalang basis Demokrat. Memang masih ada kekhawatiran untuk masalah itu, untuk meyakinkan, tapi isu senjata seperti tabu diungkapkan," kata Spitzer.

Meskipun gagasan kontrol senjata ditentang keras oleh capres dari Partai Republik, tapi sejumlah faktor tampaknya membuat isu itu lebih aman terutama karena adanya kasus-kasus penembakan massal. Obama juga memfokuskan jabatan di periode keduanya kepada kekerasan bersenjata.

Dalam pidatonya di Gedung Putih, Obama bertekad melakukan tindakan eksekutif dengan melewati pemeriksaan latar belakang saat warganya membeli senjata. Obama juga secara langsung memerintahkan pemerintah federal untuk melakukan penelitian teknologi senjata yang aman dan mempekerjakan lebih banyak orang dalam pemeriksaan latar belakang para calon pembeli senjata.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon