Syarief Hassan: Pangeran Banyak, Pangeran Mana?
Jumat, 8 Januari 2016 | 17:30 WIB
Jakarta - Petinggi Partai Demokrat (PD), Syarief Hassan, menyatakan tak benar bila Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, sekjen dan ketua Fraksi PD di DPR, adalah yang disebut-sebut sebagai "pangeran" oleh M Nazaruddin dan Angelina Sondakh (Angie).
Kata Syarif, pangeran itu banyak, dan yang pasti itu bukan Ibas. Ditegaskannya, "pangeran" yang disebut oleh Angie di Persidangan pengadilan Tipikor itu bukanlah Ibas.
"Pangeran banyak, pangeran mana? Sekaligus itu terus terang saja, saya jamin itu tidak ada. Tolong saja dibuktikan, mana ada. Hanya sebut-sebut. Yang jelas pangeran itu bukan yang kalian sebut. Banyak kan pangeran. Pangeran siapa? Pangeran Diponegoro?" kata Syarief Hassan, Jumat (8/1).
Pernyataan Syarief itu berusaha membantah kesaksian Angelina di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (6/1) lalu. Saat persidangan perkara pencucian uang M Nazaruddin itu, mantan anggota DPR Fraksi PD Angelina Sondakh mengaku bahwa Nazaruddin memerintahkannya mengurusi proyek yang menjadi jatah PD.
Saat itu, Nazar merupakan Koordinator Banggar untuk PD, dan semua yang dilakukan Angie adalah atas perintah Nazaruddin. Sebab, perintah Nazar merupakan perpanjangan instruksi dari petinggi PD kala itu.
"Kalau Pak Nazar bilang itu perintah Ketua Umum, Anas (Urbaningrum), dan izin dari pangeran," ujar Angie. Jaksa KPK kemudian menanyakan siapa yang dimaksud Nazar sebagai pangeran. "Kalau dari Pak Nazar yang saya ketahui pangeran itu Ibas," ungkap Angie.
Syarief kembali membantah bila ada aliran dana korupsi ke PD. Dijelaskannya, harus bisa dibedakan mana urusan pribadi dan mana urusan partai.
"Jadi selama ini, Alhamdulillah saya yakin dan percaya bahwa ini tidak ada yang mengalir ke Partai Demokrat. Satu sen pun. Itu mereka mengatasnmakan. Kebetulan karena mereka itu anggota DPR, ya untuk kepentingan pribadi semua. Jadi kami prihatin kok mengatasnamakan. Saya jamin satu sen pun (PD tidak menerima)," jelasnya.
Ditegaskan dia juga, sama sekali tak ada persetujuan Ibas agar Nazaruddin dan Angie beroperasi mengorupsi uang negara dari proyek-proyek pemerintahan. Baginya, bagi Nazar maupun Angie hanya mengatasnamakan Ibas.
Dia memastikan bahwa Ibas akan menyampaikan sikapnya tentang masalah itu bila kondisinya semakin jelek.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




