Kelompok NI Akui Mengebom Pos Pemeriksaan Libya

Jumat, 8 Januari 2016 | 23:18 WIB
LC
B
Penulis: Leonard AL Cahyoputra | Editor: B1
Warga Libya memeriksa mobil-mobil yang rusak di lokasi pengeboman bunuh diri di kota pesisir, Zliten.
Warga Libya memeriksa mobil-mobil yang rusak di lokasi pengeboman bunuh diri di kota pesisir, Zliten. (AFP Photo / Mahmud Turkia/Mahmud Turkia)

Tripoli – Kelompok Islamic State atau Negara Islam (NI) mengaku bertanggungjawab atas tindakan pengeboman bunuh diri mematikan di sebuah pos pemeriksaan Libya. Sementara itu, Kepala Uni Eropa (UE) bidang luar negeri Federica Mogherini berusaha untuk meningkatkan dukungan kepada pemerintahan bersatu.

Kelompok NI Libya merilis pernyataan yang mengatakan bahwa serangan yang dilancarkan, Kamis (7/1), ke Ras Lanouf, bagian timur benteng pesisir Sirte, dilakukan oleh pejuang asing dengan menggunakan bom mobil.

Menurut organisasi Bulan Sabit Merah Libya, Jumat (8/1), insiden itu menewaskan enam orang termasuk seorang bayi.
Adapun para pelaku pengeboman bunuh diri lainnya melakukan serangan ke sekolah pelatihan polisi di Zliten, Tripoli barat, Kamis, dan menewaskan lebih dari 50 orang.

Namun, belum ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas ledakan tersebut sehingga menyebabkan bangunan dan mobil hangus terbakar menjadi rongsokan yang menghitam

Insiden ini merupakan serangan paling mematikan sejak revolusi 2011, yang menggulingkan diktator Moamer Kadhafi.

Di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa kelompok jihad tengah membangun benteng baru di gerbang depan Eropa sehingga UE semakin meningkatkan upaya-upaya mendesak untuk menyatukan faksi-faksi di negeri yang dilanda kekacauan bertahun-tahun.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Ban Ki Mon mendesak parlemen rival Libya untuk memberi dukungan di balik pertikaian kesepakatan pemerintah persatuan nasional.

"Tindak kejahatan ini berfungsi sebagai pengingat yang kuat untuk melaksanakan kesepakatan politik Libya yang mendesak dan membentuk pemerintah yang selaras dengan kemauan nasional," katanya, mengacu pada pengeboman bunuh diri.

Dia menambahkan persatuan adalah cara terbaik bagi warga negara Libya untuk menghadapi terorisme dalam segala bentuknya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon