Seorang Anak Meninggal Akibat Flu Burung di Bali

Senin, 27 Februari 2012 | 23:48 WIB
AI
B
Penulis: Antara/Ririn Indriani | Editor: B1
Ilustrasi
Ilustrasi (Antara)
Sebelum meninggal anak berusia 12 tahun itu mengalami demam dan sesak nafas.

Flu burung kembali memakan korban di Bali. Seorang anak berinisial WM (12) dari Badung, Bali meninggal beberapa hari lalu di RS Sanglah Denpasar.

"Iya, yang satu orang berusia 12 tahun itu positif flu burung. Tapi setelah itu tidak, atau belum ditemukan kasus baru," ujar Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih di Jakarta, Senin (27/2).

WM mengalami demam sejak tanggal 11 Februari lalu dan sempat mengalami sesak nafas sebelum meninggal dunia tanggal 21 Februari dan hasil pemeriksaan PCR tanggal 22 Februari menyatakan ia positif H5N1.

Jika ada pasien yang meninggal akibat flu burung, maka kementerian kesehatan (kemenkes) akan juga memeriksa keluarga dekat dan tetangga yang melakukan kontak dengan pasien untuk memastikan apakah mereka juga terjangkit atau tidak.

Dari pemeriksaan sementara, Menkes mengatakan belum ada laporan mengenai kontak dengan anak tersebut yang mengalami gejala flu yang dikhawatirkan disebabkan flu burung.

Sementara itu, untuk mencegah penularan virus H5N1 penyebab flu burung, Menkes menyebut harus dilakukan upaya dari hulu yaitu dari peternakan unggas.

"Jika (virus) ini tidak ada di unggas, ini tidak ada di orang. Jadi yang perlu diperbaiki mulai dari sanitasi lingkungan, mungkin dilakukan pemusnahan beberapa unggas jika dibutuhkan," ujarnya.

Sebelumnya, kasus flu burung telah memakan korban sebanyak dua orang selama tahun 2012 dan secara kumulatif di Indonesia ada 184 kasus flu burung dengan 152 kematian sejak tahun 2005.

Sejak mewabah tahun 2005 lalu, Kementerian Kesehatan tetap menyiagakan 100 rumah sakit di seluruh Indonesia untuk mengatasi flu burung.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon