Bos VW Minta Maaf di AS
Selasa, 12 Januari 2016 | 00:15 WIB
Detroit – Dalam lawatan resmi pertamanya ke Amerika Serikat (AS), pada Minggu (10/1) waktu setempat, chief executive officer (CEO) Volkswagen AG (VW) Matthias Mueller menyampaikan permintaan maaf karena mencurangi uji emisi mesin diesel. Ini merupakan pernyataan pertama secara resmi sejak skandal tersebut muncul pada September 2015.
"Kami tahu bahwa kami telah mengecewakan para pelanggan, pemerintah, para regulator dan masyarakat umum di Amerika. Kami – saya – benar-benar minta maaf karena hal itu dan sekali lagi saya meminta maaf atas kesalahan yang terjadi di Volkswagen," ujarnya dalam pertemuan media di malam pameran otomotif Detroit, Minggu.
Dia menambahkan bahwa tugas terpenting di 2016 adalah untuk memperoleh kepercayaan pelanggan lagi. "Ini bukan soal mobil-mobil yang harus kami perbaiki. Karena kami juga harus memperbaiki kredibilitas," tambahnya.
Volkswagen yang bermarkas di Wolfsburg ini mengaku telah memasang peranti lunak di sekitar 11 juta mobil diesel VW, Audi, SEAT, dan merek Skoda di seluruh dunia untuk membantu mereka terhindar dari standar-standar emisi, setelah para regulator AS mengetahui ada permasalahan.
Peranti lunak yang disebut defeat device, adalah alat yang bisa mengaktifkan sistem kendali emisi pada saat mobil sedang diuji coba, dan dimatikan pada saat kembali ke jalan sehingga ada kemungkinan emisi gas nitrogen oksidan yang dimuntahkan berada di level berbahaya.
Akibatnya skandal kecurangan yang parah ini merusak reputasi Volkswagen dan menimbulkan sejumlah penyelidikan di beberapa negara.
Pemerintah Amerika Serikat kemudian menggugat produsen mobil asal Jerman karena memasang defeat devices di hampir 600.000 kendaraan VW, Audi, dan Porsche yang dijual di Amerika, antara 2009 dan 2015.
Hal itu disebabkan adanya keluhan yang dituduhkan bahwa Volkswagen tidak saja dengan sengaja melanggar peraturan udara bersih tetapi juga menghambat penyelidikan dengan menyembunyikan fakta dan memberikan informasi yang menyesatkan, meski perusahaan publik ini sudah berjanji untuk bekerjasama.
Usai menyampaikan pidato, Mueller menegaskan kepada wartawan bahwa pihaknya bukanlah merek kejahatan atau kelompok. Menurut dia, Volkswagen melakukan kesalahan teknis yang besar, tapi tidak ada niatan untuk menipu masyarakat AS atau pun regulator.
Akibat skandal kecurangan itu, Volkswagen dijatuhkan denda perdata oleh Amerika Serikat hingga US$ 20 miliar. Volkswagen juga dihadapkan pada biaya penarikan kendaraan yang sangat mahal, dan sedikitnya ada 650 gugatan class-action dari para pelanggan AS yang tidak puas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




